Haloww..kita bertemu..

Seekor kucing kecil berbulu putih dan abu-abu yang lucu terjebak disebuah gudang kosong dibelakang bangunan berkamar banyak. Kucing kecil itu tidak ingat bagaimana dia bisa ada digudang yang gelap tersebut. Ketakutan dan haus, kucing itu mengeong sekuat tenaga meminta pertolongan. Tidak ada tanda-tanda kehadiran induk kucing. Semakin sedih, ketakutan dan lapar, si kucing terus mengeong tanpa putus asa, hanya jeda sebentar lalu mengeong lagi.

Sementara si kucing mengeong, disalah satu kamar dari bangunan itu ada seorang manusia yang lagi asyik menonton tipi. Samar-samar ia mendengar suara seekor kucing kecil. Karena kurang yakin, manusia itu menajamkan pendengarannya untuk memastikan dari mana suara itu berasal. Si manusia keluar kamar dan mencoba mengikuti datangnya suara meongan, akhirnya sampailah ke belakang gudang yang dindingnya terdiri dari bata yang berlubang-lubang.

Diantara lubang-lubang dinding gudang, terlihat seekor kucing kecil yang tampan. Si manusia langsung jatuh hati pada pandangan pertama dan berusaha mengeluarkan anak kucing itu dari sana. Gudang itu terkunci, satu-satunya jalan adalah memancing anak kucing itu keluar melalui lubang yang ada.

Si kucing kecil mendengar suara langkah kaki yang asing ditelinganya. Berhenti mengeong, diam dan waspada mengintip dari sela-sela lubang didepannya. Whoaaaa..ternyata ada seorang manusia diluar sana. Manusia itu mencoba mengikuti suara meongan si kucing.  Meongan yang aneh…suara yang aneh pikir si anak kucing. Puuss..puss..ckckckck…meoong..meoong..kata manusia itu. Suara itu sangat berisik dan gak merdu sama sekali, jadi si kucing kecil mulai mengeong lagi untuk mengajari bagaimana mengeong yang baik dan benar. Meoooowwwng…

Si manusia pergi, dan tak lama kemudian kembali dengan membawa sesuatu yang berbau sedap. Si kucing kecil tampan tergoda, ia sudah lupa kapan terakhir kali makan. Mulailah mendekat ke arah dinding yang berlubang agar bau sedap itu lebih dekat ke hidungnya yang kotor. Tapi tiba-tiba tangan manusia itu mau mencekiknya…Whooaaaaa…si kucing kecil dengan sigap kembali masuk ke gudang, sambil mengeong penuh protes. Kamuuuu..bikin aku kageet..!! Tapi manusia itu hanya mendengar ” Ngeoowng..nggiiawwwng”. Lagi-lagi manusia itu mencoba menirukan suara protes si kucing kecil. Apa maksudnya? Apa manusia itu memanggil aku? Kucing kecil tampan menatap penuh curiga.

Tapi bau dari benda bulat-bulat kecil yang dibawa manusia itu sungguh menggelitik hidung dan perut yang kelaparan. Ragu-ragu, Si kucing mulai melangkah maju. Kembali menuju lubang dinding dan mengeluarkan sedikit kepalanya ke lubang. Dan manusia itu mengulurkan tangannya mencoba menarik leher si kucing. Hyiiaaaaaaa….si kucing takut dan sembunyi lagi. Sigap, sesigap kura-kura yang menyembunyikan kepala ke tempurung.

Oya, singkat cerita yah..akhirnya si manusia berhasil mengeluarkan anak kucing yang lucu itu dari gudang. Si kucing dipaksa keluar, ditarik melewati lubang di dinding. Prosesnya hampir setengah harian dan cukup menguras kesabaran si manusia dan tentu saja kebandelan si kucing kecil.

Umur kucing kecil itu mungkin sekitar satu atau dua bulanan…setelah dikeluarkan dari gudang, si kucing yang kotor itu tampak semakin tampan. Dengan warna bulu yang jarang ditemui disekitar daerah itu, ditambah poni yang menawan hati. Kucing kecil itu juga ramah. Manusia itupun tak tega, dan memutuskan untuk memeliharanya.chubie1

Hari itu adalah suatu hari dibulan Agustus tahun 2009, dimana AKU (si kucing kecil yang tampan, ramah dan lucu) diadopsi oleh mama.

chubie2
Iklan

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s