Chicken Soup “For the Pet Lover’s Soul”

pet lover soul

Penyusun    : Jack Canfield ; Mark Victor Hansen; Marty Becker,D.V.M ; Carol Kline

Alih Bahasa  : Rina Buntaran

Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama

Dimensi        : 13,5 cm x 20 cm

Tebal            : 375 halaman

Dialihbahasakan dari buku yang berjudul sama, buku ini gak cuma bercerita hanya tentang kucing-kucing saja, tapi semua teman-teman lainnya yang juga jadi binatang peliharaan, baik yang berbulu maupun gak, yang berkaki empat sampai yang melata. Pokoknya semua binatang peliharaan.

Bagi beberapa orang mempunyai hewan peliharaan untuk dirawat benar-benar memberi hidup arti : alasan untuk bangun pada pagi hari, alasan untuk ingin pulang waktu malam. Hewan peliharaan memuaskan kebutuhan naluriah kita sebagai manusia untuk mencintai dan dicintai-dan untuk membutuhkan serta dibutuhkan. Karena hewan peliharaan, bagian diri kita yang lebih dalam terbuka-bagian yang lebih dipenuhi bela rasa, yang tidak terlalu angkuh, tidak terlalu tergesa-gesa; bagian diri kita yang lebih bersedia berbagi hidup secara penuh dengan makhluk lain. Ketika hal ini terjadi, kita mengenal arti kebahagiaan yang lebih sederhana, lebih penuh, dan lebih sejati.

Ini buku lama mama..mungkin dibeli sekitar 7 tahun yang lalu. Kemaren mama membacakannya lagi buat aku, trus mama menangis sesegukan. Dan akupun tertidur pulas. Ceritanya banyak sekali yang mengharukan. Seperti kisah-kisah di buku Chicken Soup lain, cerita dibuku ini mengalir apa adanya, sederhana tapi kayaknya sukses menyentuh hati mama. Kadang akhir cerita membuat dia lega dan bahagia, kadang menangis terharu, tapi seringkali menangis tersedu. Apalagi kalau membaca cerita tentang persabahatan sejati antara hewan peliharaan dengan manusianya yang berlangsung bertahun-tahun namun pada akhirnya mereka harus terpisah. Hooo…cerita semacam itu banyak sekali disini..*sodorin kotak tisu ke mama*

Contohnya cerita tentang Becky dan serigalanya :

Becky, kini hampir 15 tahun, duduk memangku kepala Ralph. Binatang itu juga pasti sudah berusia sekitar lima belas tahun dan sudah beruban karena tua. Ketika Bill mengeluarkan pelurunya, ingatanku berkelebat ke masa lalu. Sekali lagi aku melihat seorang bocah perempuan “tembem” berusia tiga tahun membelai-belai kepala seekor serigala hitam bertubuh besar, dan mendengar sebuah suara kecil berbisik, “Tidak apa-apa, Sayang. jangan takut. Itu ibuku, dan dia juga sayang padamu.”

Tidak sedikit didalam buku ini menceritakan tentang betapa pentingnya arti hewan-hewan peliharaan menjadi penghibur dan penyemangat bagi manusia mereka yang sedang menghadapi masalah atau sedang berjuang melawan penyakit mereka yang parah. Hewan-hewan itu bisa menjadi semacam obat  tambahan yang sudah pasti gak bakal dituliskan oleh dokter dikertas resepnya. Soalnya aku gak pernah melihat mama menulisdengkuran kucing 3 kali sehari selama 1 jam sesudah makanatau ” eluslah kucing peliharaan anda, bila perlu”

“Brucie meninggal tahun lalu. Jen, Jhon,dan anak-anak mereka menaburkan abunya di sepanjang jalan setapak di antara pepohonan di mana mereka sering lari bersama. Jenny masih membuat T-shirt untuk pemesan, tapi tak ada lagi kaos “Pertempuran Melawan Kegemukan” untuknya. Ia sedang merancang sebuah kaos untuk dikenakannya pada Boston Marathon musim semi yang akan datang. Bagian depannya memperlihatkan gambar anjing retriever Labrador yang dilukis dengan tangan. Dibagian belakang Jenny menulis, “Brucie, ini untukmu.”

Hoyua…gak lengkap rasanya kalo aku gak memberi contoh salah satu cerita kucing yang hebat dibuku ini, namanya Simon. Dia kucing yang menghibur dan membantu para pelaut disebuah kapal perang yang terdampar di Cina.

” Para kru kapal tampak kurus dan tirus karena kehabisan energi dalam panas yang menyengat. hanya satu pelaut yang tetap melakukan kegiatan sehari-harinya degan penuh semangat dan niat baik: Pelaut Simon. Ia melakukan patroli di kapal, mengunjungi yang sakit, membunuh tikus, dan membuat hidup terasa lumayan bagi rekan-rekannya sesama pelaut. Ia tidak pernah mengeluh tentang udara panas atau kesehatannya.”

Pokoknya semua cerita dibuku ini benar-benar membuat hatiku dan hati mama hangat, sehangat aroma ikan yang dikukus mama tadi pagi…

Kucing tampaknya berprinsip bahwa tidak ada salahnya meminta apa yang kauinginkan. – Josehp Wood Kruth

Info tentang buku ini bisa diliat disini dan disini yah…

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s