Pika & Piku

Simba meninggal dipagi hari yang mendung. Sebelum berangkat kerja, ompapa menguburkannya dihalaman belakang rumah. Mamapun langsung membersihkan dan mendesinfektan kandang yang dipakai Simba sewaktu sakit.

Lalu mama berangkat kerja, hari berlanjut seperti biasa walaupun masih sedih. Jam istirahat siang, mama selalu pulang kerumah, di perjalanan samar-samar mama mendengar suara anak kucing menangis. Setelah dicari, ternyata ada anak kucing kecil meringkuk menangis didalam got yang kering. Got itu memang selalu kering kecuali hujan bila turun. Gak ada tanda-tanda induk kucing disekitar situ, karena mama tau didepan bangunan itu gak pernah terlihat ada kucing betina yang hamil. Pasti si anak malang ini dibuang. Bulunya persis seperti Simba. Si anak kucing juga jantan. Begitu cepat Simba mengirimkan penggantinya…Si kecil langsung dibawa pulang ke rumah.

Hoooo…dirumah, si kucing kecil yang tadinya menangis kencang, berubah menjadi galak. Mungkin karena dia masih ketakutan, terancam dan masih merasa asing dengan suasana rumah mama yang punya banyak kucing. Dia bersembunyi di sudut lemari, gak bisa didekati. Sekali didekati langsung hissing, mengancam dan mencakar tangan mama.Waktu istirahat satu jam hampir habis untuk menenangkan si kucing kecil itu. Dan karena yakin dia gak bakal bisa kemana-mana, mama pun meninggalkan dia dan pergi kerja lagi.

Siapa sangka ternyata si kucing kecil masih punya saudara yang tertinggal? Astagaah..jadi pas pulang kerja, mama melewati jalan yang sama dan kembali mendengar kucing menangis. Dicarilah asal suaranya, dan agak jauh dari tempat kucing pertama ditemukan, ada satu anak kucing lagi yang mengeong sedih kelaparan. Warnanya persis dengan kucing pertama. Hanya yang ini punya ekor yang sedikit lebih panjang. Ya ampun Simba….kamu mengirimkan penggantimu dua ekor sekaligus. Hahahaha…

Kucing yang kedua ini lebih ramah dibandingkan yang pertama. Mereka akhirnya dikumpulkan dalam satu kandang bersama Chimong.

pika-piku pika-piku1

Tertidur pulas karena kenyang dan hangat. Si Chimong makan melulu -_-‘

Mereka berdua tumbuh sehat dan diberi nama PIKA & PIKU. Pika si buntut panjang, Piku si buntut pendek. Pika pernah sekali jatuh sakit, entah kenapa suatu pagi tiba-tiba dia datang dengan mulut dan badan yang kotor. Mulutnya penuh dengan darah yang mengering. Dan akhirnya beberapa hari dia kesulitan untuk makan. Tapi untungnya setelah dirawat dan rajin dibersihkan, Pika sembuh dan kembali bersemangat hihihi…

Florence yang keibuan juga selalu membantu merawat dan membersihkan Pika-Piku seperti anaknya sendiri. Dan sampai sekarang sepertinya anak kesayangan Florence adalah Piku.

pikapiku2

Dalam perkembangannya Piku tumbuh hampir dua kali lebih besar dibanding Pika.Wajah Pika pun sejak kejadian luka itu agak tirus, mungkin rahangnya cedera kali ya.

Pika-Chimong

Pika dan Chimong hampir sama besar

Pika

Pika sudah remaja

Piku

Piku juga sudah remaja

Iklan

5 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s