Cleo

Cleo

Judul asli     : Cleo ” How a small black cat helped heal a family ”

Penulis         : Helen Brown

Alih bahasa  : Susi Purwoko

Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama

Dimensi         : 14 cm x 21 cm

Tebal             : 400 halaman

Kisah kucing cerdas yang menyembuhkan trauma sebuah keluarga

Aku liat mamaku serius banget baca buku ini, sambil ngantuk-ngatuk juga sih benernya. Tulisan dibuku ini kecil-kecil bikin aku pusing. Jadi lebih baik biarkan mama selesai membaca dan cerita intinya aja ke aku.

Aku mustahil bisa menghadapi seekor bayi hewan beserta semua kebutuhannya. Tidak ketika aku sudah membuktikan diri sebagai orang tua yang gagal bagi seorang anak manusia yang berusia sembilan tahun. Bagaimana mungkin aku bisa memelihara makhluk yang begitu kecil dan rentan? Selain itu Rata sudah cukup menderita. Jelas ia tidak membutuhkan hidupnya dibuat lebih berantakan lagi oleh musuh alaminya. Tetapi kemudian aku melihat wajah Rob. saat dia memandang lembut kepada anak kucing itu dan mengelus punggungnya dengan tangannya yang montok, aku melihat sesuatu yang kupikir sudah akan hilang selamanya dari muka bumi. Senyum Rob. ” Selamat datang, Cleo,” katanya.

Hoooo..jadi ini adalah cerita tentang seekor kucing kecil (dulunya) bernama Cleo yang dengan terpaksa diadopsi oleh keluarga yang sedang mengalami musibah yang menyedihkan. Walaupun pada awalnya Cleo sangat merepotkan, tapi akhirnya dia menjadi salah satu penghibur keluarga itu dan menjadi sumber keceriaan mereka. Cleo, sepanjang usianya sudah menyertai setiap kejadian yang dialami keluarga itu…perpisahan..pertemuan..memilih pasangan..dan mengikuti kepindahan keluarga ke benua asing untuk memulai hidup yang baru. Cleo si kucing yang dulunya hampir ditolak pada akhirnya menjadi salah satu anggota keluarga yang sangat penting. Eh terus..Rata itu siapa? Rob juga siapa..?? PLETAkkk!! Huuoooongggguwooww.. *dilempar buku suruh baca sendiri ama mama 😦

Seekor kucing bukan pergi ke tempat dimana ia diundang.

Ia muncul di tempat yang membutuhkannya.

Waktu bukunya mau habis dibaca, aku sempet lirik mama mengambil tissue trus mengusap matanya. Dasar cengeng, mama menangis aja gitu waktu membaca bab-bab terakhir buku ini. Sedih sekali katanya kalo membayangkan perpisahan dengan anggota keluarga berkaki empat yang sudah puluhan tahun bersama.

Cleo memimpin keluarga kami selama hampir 24 tahun. Ia telah membantu menyembuhkan luka-luka yang kupikir tidak akan pernah sembuh. Mungkin tugasnya sudah selesai, penyembuhan telah dilakukan, dan kami bisa melanjutkan hidup tanpa dirinya. hanya saja ia meninggalkan kamu dengan perasaan duka yang lain. Tiba-tiba aku mengerti logika dari orang Mesir kuno untuk mencukur alis ketika kucing mereka mati…

Mmmm…kalo begitu mamaku musti nyukur alis kalo suatu saat aku pergi..*nulis surat wasiat plus kasih cukuran manusia*

Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s