Saat Emak Kesurupan

Emak itu kucing yang katanya Bu Cs, pendiam, suka mengalah, gak neko-neko. Kalau mamaku bilang si Emak kucing yang manis tapi bisa berubah jadi galak kalau ada yang mengganggunya. Tipikal ibu-ibu gitu deh..

emak1

Yaaaa…Selama tinggal sama Emak sih, dia gak pernah melawan kalo aku ambil makanannya. Gak pernah membalas kalo aku iseng ngerjain dia.

emak2

Emak juga gak pernah misuh-misuh kalo aku ngagetin dia dari belakang.

emak3

Untunglah Emak gak punya riwayat jantungan >__<

Tapi suatu hari menjelang senja dihari Kamis…Aku melihat Emak keluar dari semak di belakang klinik sambil membawa sesuatu. Penasaran, aku sapa donk…

emak4“Maak…Bawa apaan mak?”

emak5

Waktu Emak balik badan..Jeng..Jeeeeng!!! Mata Emak menyala!! Emak kesurupan!!  Di senja menjelang malam Jumat Kliwon. Dan emak berubah menjadi pemangsa yang kejuuuaamm..!! Itu tupai unyu-unyu sudah tak berdaya dimulut Emak. Aku langsung bertindak cepat dengan memohon kepada Tuhan semoga Emak dibebaskan dari kesurupannya. Setelah beberapa menit, akhirnya Emak pun kembali ke dunia nyata.

emak6

Emak sadar, yang ditandai dengan matanya yang sudah tidak menyala-nyala lagi. Hiiiyyy…Tupai pun langsung diletakkan ke tanah.

emak7

Tapi sayang, tupai sudah terlalu sekarat buat bertahan. “‘ Trus gimana ini Chub?? Aku nyesel banget gak sadar nangkap dia. Ini yang suka ngintip kamu pup di deket pohon sana itu kan yah?” / ” Bukan, itu sodaranya. Tapi ini ya mau gimana lagi mak..Kamu gigitnya bersemangat sekali”

emak8

“Coba aku bangunin dulu, sapa tau cuma pingsan.” / “Iya Chub, coba towel2 kakinya.”

emak8“Gak berhasil mak…” / “Gimana dong Chuuub….Masa kamu nyerah gitu aja?” . Hih, si Emak nih, dia yang bikin perkara aku yang dipaksa-paksa.

emak9Aku coba men-CPR si tupai. Tau CPR gak? Itu loh resusitasi jantung, kayak yang sering aku liat di UGD klinik. Aku tekan-tekan dadanya pake dua kaki depan aku. Tapi tetap gak berhasil juga. Si Tupai sudah tiada.

emak10

Ya sudahlah..Akhirnya aku gendong si Tupai yang sudah pergi itu. Aku kembalikan ke semak-semak tempat Emak tadi menangkapnya.

emak11

Sementara Emak tampaknya menyesali perbuatannya. Dia terus termenung sampai keesokan hari. Makanya Mak, jangan sering melamun. Ntar kesurupan lagi loh..

 

Iklan

5 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s