Karimun Jawa

What so called PENANGKARAN Hiu

Dimana ada cahaya, pasti ada bayangan berwarna hitam. Dibalik bulu kucing yang tebal dan halus pun terkadang masih ada aja kutu atau jamur yang belum diketahui owner-nya. Disaat aku makan enak, teman-teman aku kucing liar diluar sana mungkin lagi berjuang kehujanan dan kelaparan. Hidup gak ada yang sempurna. Dan aku sedih karenanya…

Masih tentang Karimun Jawa. Aku sudah bilang kan di postingan sebelumnya kalau aku dan mamaku pulang membawa luka dihati. Bukan karena ditipu, bukan karena kehilangan barang atau uang, dan tentu saja bukan karena Karimun Jawa tak seindah yang dibayangkan, tapi karena ada sesuatu yang merusak segala keindahan yang ada. Justru dihari terakhir perjalanan mama disana.

Setiap paket perjalanan ke Karimun Jawa, di itinerary atau rencana perjalanannya selalu terdapat jadwal ke penangkaran hiu dan penyu atau tertulis berenang bersama hiu, atau hanya tertulis ke pulau Menjangan Besar. Pulau Menjangan Besar memang lokasi dimana terdapat penangkaran hiu tersebut. Hal ini menyiratkan seakan-akan berenang bersama hiu adalah salah satu atraksi wajib bagi semua pengunjung Karimun Jawa. Gak lengkap kalau ke Karimun Jawa belum berenang bersama hiu.

Aku dan mamaku juga kesana, tentu saja. Kami kesana dihari kedua, demikian yang disepakati sebelumnya. Membayangkan penangkaran yang ada adalah sebagaimana sebaik-baiknya penangkaran dimana terdapat kolam pembiakan, tempat penetasan telur (untuk penyu) dan segala hal yang diperlukan untuk menangkarkan hiu-hiu yang terancam punah.

Tapi apa yang kami temui disana? Hanya dua kolam kecil ukuran 10 x  15 meter dengan kedalaman kurang lebih 1,5 meter, dibatasi batu-batu karang dan kayu seadanya serta jala entah untuk apa fungsinya. Mungkin agar ikan-ikan kecil tidak bisa lolos dari kolam. Setiap kolam diisi beberapa hiu sirip putih  dan hiu sirip hitam secara terpisah. Kolam kecil yang dangkal itu mereka tinggali bersama beberapa ikan kecil dan sedang. Bisa dibayangkan betapa padatnya. Didasar kolam banyak pula terdapat pecahan koral yang mati. Ow..inikah penangkaran yang dibangga-banggakan??!shark pool

Kolam itu kotor, airnya keruh karena setiap pengunjung yang datang pasti bergantian masuk ke kolam hiu itu secara bergerombol, tertawa-tawa, berteriak takut-tapi-senang karena hiu-hiu berenang hilir mudik disekitar mereka. Tidakkah mereka sadar kalau hiu itu stress? Tidakkah terpikir kalau hiu itu sebenarnya bukan mendekati mereka karena jinak tapi karena takut namun sudah tidak punya tempat lagi untuk melarikan diri berenang ke arah lain? Hiu itu adalah hewan yang sangat pemalu. Mereka biasa hidup dilaut yang dalam, bukan kolam yang bahkan lebih sempit dan dangkal daripada tambak ikan bandeng.

shark1

Baiklah aku akan kembali membahas apa penangkaran itu sebenarnya. Menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta penangkaran adalah upaya perbanyakan melalui pengembangbiakan dan pembesaran tumbuhan dan satwa liar dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya. Penangkaran tumbuhan dan satwa liar berbentuk :

  1. Pengembangbiakan satwa,
  2. Pembesaran satwa, yang merupakan pembesaran anakan dari telur yang diambil dari habitat alam yang ditetaskan di dalam lingkungan terkontrol dan atau dari anakan yang diambil dari alam (ranching/rearing),
  3. Perbanyakan tumbuhan secara buatan dalam kondisi yang terkontrol (artificial propagation).

Pengembangbiakan satwa adalah kegiatan penangkaran berupa perbanyakan individu melalui cara reproduksi kawin (sexual) maupun tidak kawin (asexual) dalam lingkungan buatan dan atau semi alami serta terkontrol dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya. Pembesaran satwa adalah kegiatan penangkaran yang dilakukan dengan pemeliharaan dan pembesaran anakan atau penetasan telur satwa liar dari alam dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.

Garis bawahi “dalam lingkungan buatan atau semi alami serta terkontrol“-nya. Jadi apa yang aku lihat kemaren di pulau Menjangan Besar sama sekali jauh dari istilah kata penangkaran. Yang tepat adalah PENYEKAPAN! Sama dengan mengurung burung berkicau dikandang seadanya. Kemudian burung itu diperdengarkan suaranya ke manusia dan manusia harus membayar kepada pemilik burung. Itu yang terjadi terhadap hiu-hiu yang malang tersebut.

hiuuu2shark

Belum lagi gangguan-gangguan yang datang dari manusia-manusia yang masuk ke kolam berebutan heboh minta difoto, dan penjaga kolam itu kemudian melempari kolam dengan roti atau batu agar hiu terpancing datang ke arah lemparan. Aku bahkan melihat sendok nasi plastik mengapung dikolam hiu itu. Menyedihkan sekali.

hiuu

Dalam perjalanan menuju ke tempat yang-katanya-penangkaran itu, mama  sudah bolak balik diperingatkan oleh kru kapal agar berhati-hati kalau ingin masuk ke kolam hiu. Kenapa? Dia bilang beberapa waktu yang lalu ada kejadian pengunjung digigit oleh hiu. Salah siapa? Tentu saja bukan salah si hiu. Bapak itu bilang musibah itu terjadi karena si pengunjung memaksa turun disaat hiu sedang waktunya diberi makan dan, ada juga yang bilang kalau si pengunjung terlalu histeris dan bergerak terlalu heboh didalam air sementara teman-temannya yang menonton melempari hiu dengan makanan di dekat si pengunjung tadi. Akhirnya digigitlah si pengunjung oleh hiu, karena hiu masih merasa lapar. Dan karena hiu itu sebenarnya rabun maka gak bisa membedakan mana yang boleh digigit mana yang nggak. Dia cuma lihat benda bergerak-gerak yang dia pikir mangsanya.

Tentang hiu yang kurang makan juga bisa dibaca di berita ANTARA . Pengelola penangkaran hiu meminta bantuan pemerintah untuk membiayai makan hiu-hiu dipenangkaran karena -katanya- mereka kesulitan mendapat dana untuk menyediakan makan hiu 300 ribu sekali makan. Mereka memberi makan hiu itu seminggu tiga kali. Aku rasa berita itu benar-benar bohong. Bagaimana mungkin mereka bisa kekurangan biaya untuk makan hiu sekitar 900 ribu seminggu, sementara mereka mendapat pemasukan besar? Bersama dengan rombongan mama yang 20 orang kemaren, terdapat rombongan lain dari 2 kapal yang berbeda dengan jumlah rombongan kurang lebih sama. Bisa dihitung pendapatan mereka. Mereka mematok tarif masuk 5 ribu per orang, belum lagi tambahan bila ingin masuk ke kolam 10 ribu/ orang. Ditambah tarif parkir kapal 30 ribu/kapal. Silahkan hitung sendiri. Waktu itu bisa dianggap masa sepi pengunjung. Bagaimana kalau pas lagi puncak liburan? Berapa rupiah yang mereka kumpulkan tapi mereka bilang gak sanggup ngasih makan hiu yang mereka kurung?berenang ama hiuPengunjung berenang bersama hiu (foto dari tante didi)

Ow mereka bilang disana mereka membesarkan hiu kecil yang masih jinak untuk kemudian dilepaskan dilaut setelah mereka besar? Kebohongan apapula? Yang aku tahu, hiu yang ditangkap dan dikurung itu usianya tidak ada yang panjang. Mereka tentu saja gak bisa berkembang biak di luar habitatnya. Apalagi dalam kondisi fully stressed seperti itu.

shark3

Sangat kasihan kan para hiu itu?  Eh tapi di atas aku bilangnya kan dijanjikan akan ke penangkaran hiu dan penyu. Dimana penyu-nya?

penyuIni dia penyu-nya the one and only.. (masih bisa menyebut penangkaran?)

Mamaku pun hampir menangis melihat kondisi penyu yang penuh lumut, sendirian dikolam kecil yang hanya dibatasi kawat. Hanya dibatasi kawat dengan luasnya laut lepas diluar kolam. Tragis sekali.  Di dalam kolam yang juga penuh lumut si penyu yang hampir tidak kelihatan dan gak dipelulikan sama sekali oleh pengunjung yang sibuk berfoto dengan hiu dikolam lain. Entah sudah berapa lama mereka terperangkap disana.

Ini jelas bukan penangkaran. Jelas-jelas gak ada tempat mereka berkembang biak,  dan memang tidak ada upaya pemilik kolam untuk menangkarkan mereka sebagaimana mestinya.  Mereka hanya binatang yang tidak beruntung yang ditangkap manusia serakah dan dikurung didalam kolam bersama hewan-hewan laut lainnya yang juga hasil tangkapan nelayan. Bersama Si penyu malang terdapat ikan pari dan ikan karang dan entah ikan apapula namanya. Masing-masing berenang ke tepi kawat mencari jalan untuk bebas. Sementara diluar kolam mereka banyak ikan-ikan lain bebas berseliweran, pasti penyu dan teman-temannya itu sangat iri. Andaikan mereka bisa berteriak mungkin suara mereka sudah habis untuk minta dibebaskan. Hati mana yang gak teriris melihat ini?

captivasion

Mencoba kabur ke laut lepas 😦Ikan karang

Ikan karang yang beracun ini harusnya tinggal dlaut dalam 😦ikan pariBahkan ikan pari pun gak bisa sembunyi dipasir karena terhalang kawat 😦

Seakan melengkapi penderitaan sore hari itu dikolam hiu, mamapun melihat seekor burung Beo berteriak ngaok-ngaok terikat disebuah papan. Kondisinya sangat mengenaskan. Bulunya sudah tidak cantik lagi. Berulang kali burung itu mencoba menggigiti tali yang mengikat kakinya. Dia ingin membebaskan diri. Burung itu tampak stress dan kurus. Mama gak melihat disekitarnya ada jagung atau pepaya atau biji-bijian dan air yang disediakan buat si Beo. Penyekapan macam apalagi ini? Kenapa manusia begitu egois? Kalau tidak bisa merawat dengan baik, kenapa tidak dilepaskan saja. Biarkan mereka mencari makan sendiri. Toh masih banyak hutan di kepulauan Karimun Jawa. Kenapa harus ditangkap dan dipenjara?

IMG_3866

Beo yang malangIMG_3869

Bulunya sudah rontok dimana-mana 😦

Entahlah sampai kapan manusia-manusia serakah itu memanfaatkan para hiu demi keuntungan perut mereka sendiri. Kenapa tidak membuat atraksi yang lebih menarik dan tidak merugikan makhluk lain.

Sebenarnya sebelum ke Pulau Menjangan Besar ini kami sudah melihat kolam berisi ikan hiu juga di salah satu pulau, kolam ini milik sebuah cottage dipinggir pantai. Meski tak jauh berbeda kondisinya, tapi kolam ini tidak ada pengunjung yang masuk ke dalamnya. Ada  empat atau lima ekor hiu disana, bersama dengan beberapa ikan ukuran besar berenang ke sana kemari. Disini kehidupan mereka paling tidak jauh lebih tenang dibanding teman-temannya di pulau Menjangan Besar meskipun tetap aja jauh dari habitat aslinya.

IMG_3628Hiu yang berenang tanpa terganggu

IMG_3775Cottage yang memiliki kolam hiu

IMG_3620Ikan besar berenang bersama hiu

#JANGAN DITIRU..!

Mungkin dengan niat baik meyenangkan para tamu, bapak-bapak kru kapal dengan sengaja menangkapkan ikan badut serta beberapa ikan lain untuk dimasukkan ke dalam ember. Maksudnya untuk menghibur beberapa orang yang gak sempat ikut snorkeling. Mama sudah meminta ikan-ikan itu dilepaskan sebelum meninggalkan spot snorkeling. Tetapi salah seorang temannya bilang nanti saja kalau sudah sampai ke pulau utama. Dan yang ditakutkanpun terjadi. Beberapa ikan mati 😦 dan mama hanya bisa menatap tajam penuh arti “I’ve told you..” saat temannya bilang ” I’m so sorry”. Ikan-ikan itu gak bisa hidup lagi. Dikembalikan ke laut yang jauh dari rumah mereka dalam kondisi mati. Perlu diingat, meskipun sama-sama laut, tapi laut itu luas mas bro..Gak berarti kalau ikan dilepas dilaut dia bisa langsung kembali ke tempatnya semula. Sama aja kaya kucing yang dibuang ke tempat yang jauh dari rumahnya. Pasti nyasar bingung nyari jalan pulang.

Gak ada yang patut ditiru disini. Tindakan kru kapal itu harusnya bisa dicegah. Bilang gak usah terima kasih kalau mereka bermaksud menangkapkan ikan apapun jenisnya. Bukankah akan lebih indah kalau melihat mereka berenang diantara karang? Lalu kenapa juga hanya ikan Badut atau lebih dikenal  dengan nama ikan Nemo, yang jadi primadona dan selalu dicari-cari disetiap snorkeling? Bukankah ikan lain juga gak kalah menarik? Kalau penangkapan ikan badut terus terjadi, aku akan mulai menyalahkan film Finding Nemo sebagai salah satu sebab kepunahan ikan badut. Okelah kalau keinginan menangkap dan melihat ikan-ikan lebih jelas sudah tak tertahan lagi, silahkan tangkap, foto dan langsung lepaskan. Semudah dan sesederhana itu. Jangan tunggu bermil-mil kapal berlayar baru mereka dilepaskan. Konyol sekali.

clown fishIkan badut (foto dari tante didi juga)

Harusnya semua yang mengunjungi Karimun Jawa atau kemanapun bisa menahan diri untuk tidak berperan pada kerusakan tempat-tempat yang mereka datangi. Jangan mengambil dan merusak hewan dan tanaman yang ada. Cukup difoto dan mereka akan abadi diingatan kita.

papan pengumumanTake nothing but pictures. Leave nothing but footprints

Dan untuk menutup postingan ini, ada seorang nelayan tampak membawa ikan hasil tangkapannya dilaut saat mama dan teman-temannya sarapan pagi sambil menunggu jemputan pulang.

Apa yang dibawa bapak nelayan itu dengan senyum bangga?

fishermanIkan HIUUUUUU….!!! Huwaaaaa…..

Hatiku dan mamapun semakin berdarah, terluka dalam….

Jadi kalau ditanya mau ke Karimun Jawa lagi…? Gak deh..cukup sekali..terima kasih.

Iklan

Ikut JALAN-JALAN #Karimun Jawa

Tujuan utama liburan kali ini emang Kepulauan Karimun Jawa. Udah sebulan lebih mama dan teman-temannya merencanakan liburan bareng-bareng. Meeting point di pelabuhan Kartini Jepara tanggal 21 April 2013. Jadi mulai tanggal 18 April berangkatlah kloter pertama dari Sangatta hihihi…Disusul kloter kedua tanggal 19 dengan kereta api dari Surabaya, kloter ketiga dan empat tanggal 20 masing-masing dari Jakarta dan Surabaya dengan bus antar propinsi yang katanya enak plus bantal dan selimut.

Dari Yogya aku, mama+ompapa dijemput travel jam 11 malam tanggal 20 April, dengan harapan nyampe di pelabuhan Jepara pagi. Katanya Yogya-Jepara itu sekitar 6 jam. Eh tapi ternyata entah karena ngebut, bangun-bangun mama udah ada aja gitu didepan pelabuhan jam 3 subuh hahaha..masih gelaap bro! Tapi ada juga sih barengannya manusia-manusia muda yang turun dari bus pariwisata. Yang sama kayak mama celingukan kanan-kiri bingung karena disorientasi. Hahahaha..

Berbekal pengetahuan yang rada-rada sok tau, mama pun nanya masjid terdekat, karena sebelum berangkat nyari-nyari info katanya ada masjid yang sering jadi tempat istirahat para pengembara. Si supir travel bilang ada diluar pelabuhan, tapi dia gak mau nganter, cuek aja. Cuman bilang Dari pintu gerbang belok kiri muter. Sebel juga sih kok gak dianterin, tapi karena males memohon-mohon jadi mama ama ompapa pun jalan kaki dikegelapan subuh mencari masjid. Keluar gerbang belok kiri…teruuuss..eh tapi kok gak ada tanda-tanda masjid? Menaranya aja gak keliatan sejauh mata memandang. Alamat bakal nyasar dan kebablasan jauh andai mama gak nekat mbangunin 3 orang om-om satpam yang terbuai mimpi indah sampai ngowoh ileran , trus tanya letak masjidnya. Kenapa mama yang tanya? Soalnya ompapa gak tega mbangunin mereka. Nyenyak banget katanyaaa…Mama pun keluar tanduk deh..”Mereka dibayar buat jaga, bukan mimpi bebarengan kayak gitu!”. Om-om satpam yang dibangunin gelagapan sambil lap iler trus bingung nanya “Mas siapa?” / Masjiiid mas, masjid terdekat dimana yaaa??. Trus ditunjukin deh, eh ternyata udah lewat, harus masuk gerbang satunya. Jadi balik kucing deh..”Okey, matur suwun mas..” Abis itu terserah mereka mo lanjut boboo atau gimana mama udah gak peduli.

Setelah hampir 30 menit berjalan gak tentu arah (sambil geret koper, nenteng 2 ransel sedang dan satu tas kamera), masjidnya ketemu. Alhamdulillah…Masih kurleb jam setengah empat lewat. Subuh masih lama. Masjidnya pun masih gelap gulita. Baru direnovasi pula tampaknya. Mama istirahat dengan gak nyaman, ompapa sih geblak aja gitu tidur -_-‘. Sampai subuh pas sudah mulai berdatangan jamaah sholat, sholat  subuh, trus numpang mandi deh…Masjid itu kayaknya emang diperuntukkan buat pendatang juga. Karena punya kamar mandi banyak dan cukup bersih. Mana ada tulisan “Di masjid ada toilet dan kamar mandi” segala disampingnya.

sterikaMasih sempet-sempetnyaaa teman mama nyetrika dimasjid bhoakakakka….

Sekitar jam 8-an mama balik masuk ke pelabuhan. Ya ampun ternyata itu masjid letaknya deket banget ama pelabuhan. Cuma 15 menit jalan kakiiiii..Kenapa tadi malam berasa jauh tak berujung. Pake nyasar-nyasar pula entah kemana. Salah arah dan tujuan, untung tau jalan pulang.

Karimun Jawa here we come..!

Dari pelabuhan Kartini kalo nyeberang ada dua pilihan, kapal cepat atau kapal feri. Kalau kapal cepat waktu tempuhnya 2 jam, kalau kapal feri sekitar 6 jam. Nah, kami menyeberang ke Karjaw waktu itu menggunakan kapal cepat/ express Cantika.

cantika

Perjalanan gak berasa soalnya aku tidur sepanjang masa, jadi gak ada mabok laut sama sekali. Apalagi sambil dininabobokan ama kumpulan lagu-lagu dangdut populer di layar tivi yang ada dikapal. Eh, udah merapat aja di pelabuhan Karimun Jawa..yiiihaaaa..!!! Mama-pun langsung dihubungi ama tour guide-nya buat dijemput dan dianter ke penginapan.

Mama memutuskan menginap di Blue Laguna Inn. Penginapan ini dipilih setelah membanding-bandingkan dengan yang lain. Dari foto sih terlihat bersih dan rapi, dipinggir laut, dekat dengan pelabuhan, harga ya masuk akal deh, gak semurah homestay emang. Dan Alhamdulillah foto di web dengan kenyataan emang gak jauh beda. Kenapa milih penginapan ini? Karena rombongan kan terdiri dari pasangan-pasangan dan satu single (ketawa ngikikikikik..), ada yang bawa balita pula hihihi..jadi emang perlu privasi yang sekamar cukup dua orang plus kamar mandi dalam dan AC+Tipi. Mama dapat tambahan kipas angin juga dikamar hahahaha… Owiya, channel tipi disana seadanya banget, jangan berharap banyak deh. Lagian bisanya nonton kan cuma malam, jadi tipi buat pengantar tidur doank…bukan masalah besar.

blue lagunaTempat makannya juga dipinggir laut jadi bisa melihat perahu dan nelayan mondar-mandir. Ada kursi santai buat berjemur pula.

blue lagunaMakanannya juga lumayan, karena disediakan oleh catering yang dibayar ama travel agent. Kalau dipenginapan bisa juga sih pesen makanan dan minuman tambahan sebangsa mie atau kopi, tapi musti bayar lagi.

Hari berikutnya dimulai deh petualangan mengunjungi pulau-pulau yang ada disana. Antar pulau ditempuh menggunakan kapal motor kecil. Sambil menikmati pemandangan disekeliling yang indah. Aku lupa sih urutan-urutan nama pulau yang dikunjungi kemaren, kalau gak salah pulau Cemara Besar, pulau Geleang, Pulau Gosong Cemara, Pulau Tanjung Gelam, dll..

chubie boatAku bertugas menjaga kapal agar gak dicuri.

mamadan mamihMama dan tante mamih siap-siap snorkeling

Kegiatannya ya berenang, foto-foto, snorkeling dan makaan..hihihi..Kalau sudah waktunya makan siang dan perut keroncongan kehabisan tenaga setelah berenang, kami merapat ke satu pulau, trus bapak-bapak pengemudi kapal dan kru-nya bakal menyiapkan makan siang buat para tamu. Mereka mengasapi ikan yang sudah disiapkan dari rumah, nasi dan lauk pauk serta sambel dan minum juga sudah dipersiapkan sebelumnya. Jadi di pulau tinggal masak ikannya aja. Gelar tikar dan makaan. Enaak banget, karena ikannya kan masih segar semua.

ikan asapIkannya diasapi secara sederhana. Gali pasir sampai cukup dalam, tumpuki daun kering, kayu dan sabut kelapa, diatasnya dijejerin kayu/dahan pohon, dibakar bawahnya, ikan dijejer..tunggu deh ampe matang.

IMG_3024

Selamat makaan..!

Aku bener-bener menikmati laut dan segala macamnya, gak takut tambah item kayak mama. Gak perlu sunblok dan lain sebagainya. Enak banget jadi kucing hahahaha..

IMG_3604

Bisa ketemu bintang laut berwarna biru yang terdampar.IMG_3741

Berjemur didalam pasir menikmati langit biru. Semua kutu dan jamur dibadan ditanggung mati..ti..tiii… IMG_2945

Menikmati pantai yang pasirnya bersih minim sampah. *semoga tetap seperti itu. Amin..

IMG_3396Merasakan hembusan angin dan bau air laut dari kapal…

IMG_2544Hati-hati bulu babiiiiii…..!!!

IMG_3630

Laut biru langit biru…Surga di bumi.

Selain ikan dan laut ada apalagi?

# Ada teman-teman meong tentu saja.

Jadi entah gimana asalnya, di Karimun Jawa ini populasi kucing cukup tinggi. Terutama di pulau utama. Kalau pulau kecil sih gak ada yee.. Nah dipulau utama ini hampir setiap sudut akan tampak teman-teman kucing berbagai macam warna. Rata-rata kondisi mereka sehat sih, gemuk, besar, montok,  walau ada juga yang kurus dan bekas luka dimana-mana. Yang ini sih mungkin habis dihajar ama kucing preman. Di penginapan mama aja setiap makan pagi dan malam pasti ketambahan tamu berkaki empat sampai 5 ekor. Aku kuatir sih suatu saat bakal overpopulated kayak di Kepulauan Seribu. Semoga suatu saat akan ada program steril kucing disana untuk membatasi populasi teman-teman aku itu. Dan semoga para pengunjung Karimun Jawa gak menyakiti teman-teman aku karena dianggap mengganggu. Mereka cuma minta makan kok oom..tante…Slide1kucing

Garong yang ada dipenginapan. Eitsss…itu yaaa…ndak boyeh didepan umuuum!!

#Buruung…

Hahahaha…ini sih kerjaan mamaku yang terobsesi ama beburungan. Tapi selama di Karimun Jawa dia cuma berhasil dapat foto burung seadanya.

IMG_4209

Collared KingfisherIMG_2627Gak tau namanya -_-

Lalu 2 hari penuh di Karimun Jawa pun gak terasa. Waktunya kembali ke peradapan. Dihari terakhir, pagi-pagi sudah siap dengan bawaan tersusun rapi menunggu jemputan ke pelabuhan.  Menurut jadwal kapal akan berangkat sekitar jam 8 pagi. Tapi hari itu dikabarkan bakal terlambat sampai jam 10 karena menunggu murid-murid SMP yang selesai ujian nasional. Yang ditunggu adalah lembar jawaban dan pengawas ujian yang langsung kembali ke Jepara. Kasian yah..hidup dipulau jadi agak sedikit ribet transportasinya.

Menyeberang kembali ke Jepara kami menggunakan kapal Feri Muria. Jadi perjalanan akan memakan waktu sekitar 6 jam setelah lepas jangkar. Iya, soalnya nunggu kapal berangkatnya aja udah hampir 2 jam sendiri loh didalam kapal. Dan kami berterima kasih banget ama travel agent visit karimun jawa  karena mama dan rombongan disediakan tiket VIP di kapal feri. Soalnya kalau yang kelas ekonomi/bisnis itu berdesak-desakan duduknya, kayak diterminal. Ada yang lesehan gelar kasur tipis malah..Kalau di ruangan VIP enak dan nyaman, kursi empuk, gak penuh, ada tivi (yang sepanjang perjalanan memutar film WARKOP DKI 😀 ), toilet sendiri, ber-AC dan yang penting banget BEBAS ASAP ROKOK..! Soal harga mungkin sebenernya gak beda jauh yah..tapi kenyamanan itu yang penting. Namanya liburan itu mustinya bersenang-senang, ngapain nyusahin dan nyiksa diri, kata mama sih gitu…

IMG_4238Kapal Feri Muria yang selalu bangga menyatukan nusantara..

IMG_4339

Setelah tali tambang terakhir dilepaskan..Si feri pun berangkat meninggalkan Karimun Jawa.IMG_4350

 Pelabuhan semakin jauuuuhh….

IMG_4320Selamat tinggal Karimun Jawa…Until we meet again yaa..

# mmmm… I don’t think so 😦

Ke Karimun Jawa emang menyenangkan banget. Tapi aku pulang membawa luka dihati yang gak semua bisa menyadari dan melihat kesalahan itu terjadi selama ini disana. Aku ceritain nanti.

IMG_3849

Oya sebelum lupa, berdasarkan pengalaman kemaren aku mau ngasih tips buat om-tante, kakak-adek, teman-teman yang mau ke Karimun Jawa kaya aku. Apa aja yang perlu dipersiapkan selain keperluan pribadi..

1. Waktu yang tepat. Kalau bisa sih jangan pas musim liburan ya..Mamaku memilih weekday alias hari kerja dengan harapan semua sepi gak terlalu rame. Kami berangkat Senin pulang hari Kamis. Denger-denger sih hari Jumat setelah kami pergi itu bakal datang rombongan sekitar seribu orang. Hastagaah..bisa kebayang gak ribetnya. Ini akan berimbas ke kapal Feri yang katanya bakal berdesak-desakan dan bisa mengangkut diluar kapasitas. Bahaya kan?

2. Baju secukupnya. Mama kemaren bawa rada banyak sih, berhubung pergi agak lama, sempet juga nyuci tiap malam di penginapan karjaw. Nyalain AC+kipas angin, besoknya kering trus disetrika deh (mama kemana-mana emang bw setrika mini) hihihi..

3. Sunblok. Penting banget buat manusia hihihihi..kalo aku sih gak pake yah. Mama kemaren dapat sunblok ampe SPF 75 buat badan dan SPF 50 buat muka. Tetep aja gosong dan item -_-

4. Flash disk..buat sharing foto ama temen dan nyimpan foto underwater dari guide.

5. Kalau bisa bawa alat snorkeling sendiri. Karena pengalaman mama, alat  yang disediakan dari guide jarang ada yang pas. Kalo gak pas bisa bocor dan mengganggu, trus itu kan dipake berbanyak orang, takutnya (dan hampir pasti) gak dibersihkan apalagi disterilkan sebagaimana mestinya. Bisa jadi agen transper penyakit loh..Bahaya! Jadi berdasarkan pengalaman ini mama jadi pengen beli alat snorkel sendiri *loh?.. hahahaha..

6. Kamera. Ya ampun ini penting banget. Kalo perlu dan niat banget bolehlah minjem kamera plus housing underwaternya ke tetangga atau kemana aja. Soalnya kamera underwater dari guide cuma satu buat rame-rame jadi kurang puas. Musti sering-sering pedekate guide biar foto kita banyak hihihihi..(dan Ompapa akhirnya beli kamera yang tahan nyelem 10 meter sepulang dari Karimun Jawa. Yailah..telaaatt!!).

7. Duit cash secukupnya. Karena cuma ada satu ATM BRI disana, dan gak ada yang transaksi pake kartu yah kalo dikarimun. Tapi benernya kalo pake travel agent sih udah gak perlu keluar uang banyak lagi disana kecuali kalo mau hang-out di alun-alun makan siomay atau bakso. Atau buat beli souvenir. Selebihnya ya gak perlu karena udah ditanggung ama travel.

8. Baterai tambahan, atau powerbank atau colokan T. Karena listrik cuman adanya malam hari aja..jadi kalo malam siap-siap ngecharge semua barang elektronik yang dibawa. Jadi  colokan T itu penting banget karena bisa sekaligus ngecharge banyak barang. Teman mama malah ada yang bawa kabel gulung bhoakakaka…aseli gak bohong!

9. Kacamata item + Topi pantai hihihi..biar gayeeee…

10. Obat-obatan, sapa tau alergi, luka kegores karang, mabok laut dsb..

11. Kartu remi dan UNOOOO…!! Hahahaha..ini sih mama ama temen-temennya kalo malam selalu cekakakan main kartu soalnya gak ada hiburan lain.

12. Makanan kecil yang banyak. Walaupun disana ada yang jual tapi harganya agak mahal sih. Ini penting buat didalam kapal feri.

13. Selebihnya ya bawaan standar aja kalo mau pergi-pergi..Sekian tips dari aku.

Perjalanan selanjutnya adalah kota yang kalinya selalu banjiiirr…SEMARANG!!