rainbow bridge

Melepasnya dengan semua cinta…

Sungguh terharu dan gak disangka betapa teman-teman Chubie begitu menyayanginya. Terima kasih atas semua perhatian dan belasungkawa yang diberikan. Chubie pasti senang pergi dengan diiringi begitu banyak doa dan kasih sayang. Walaupun gak pernah bertemu secara langsung, tapi ikatan yang ada serasa nyata dengan kalian, teman-temannya…

Mohon maaf bila gak bisa membalas satu persatu semua pesan yang ada. Postingan kali ini dipersembahkan buat teman-temannya Chubie di dunia maya. Terima kasih sekali lagi.

25123456789101211131415161718192021222324

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Semoga Chubie memberikan kenangan yang indah bagi kalian sebagaimana dia telah menjadi bagian penting bagiku.

Blog ini  akan dilanjutkan olehku dan teman-temannya Chubie dirumah. Sedangkan facebooknya, masih belum diputuskan harus gimana hehehe..

Terima kasih sekali lagi…

Semua hewan akan kembali ke titian pelangi..

Dan jiwa mereka yang suci akan tetap mengunjungi meski tanpa kita sadari

Saat kita mengingatnya, saat itulah mereka hadir kembali..

Menjelma menjadi hangatnya sinar matahari pagi,

Kilauan embun direrumputan,

dan menjadi kupu-kupu indah yang terbang kesana kemari

Selamat jalan Chubie…kami menyayangimu.

chubie-kupu

 

 

Iklan

Berlarilah duluan Chub…

Harus mulai dari mana ini…?

Baiklah, tarik nafas sebentar..

Sebenarnya gak pengen secepat ini menulis tentang dia, tapi rasanya entah kenapa ada rasa punya hutang buat teman-teman yang menyayanginya. Yang ingin tau bagaimana kondisi dan bagaimana dia pergi. Selain itu juga, tulisan ini salah satu cara untuk benar-benar melepasnya, mengikhlaskannya. Iringi dia dengan senyuman…ah, gak bisa..sekarang aja hidungku sudah memerah. Walau sudah aktif lagi di dunia maya, ketawa, bercanda..tapi ini belum selesai nulis satu paragraf aja udah meleleh semua. Rasanya seperti putus cinta yang bertahun-tahun terjalin. Hampa…ya, setiap bangun pagi akhir2 ini rasanya berbeda. Katanya,waktu akan menyembuhkan semua bekas cakaran dan gigitan. Dan hatiku tercakar sedemikian panjang, sedemikian dalam, serta tergigit sampai berlubang…Kapan sembuhnya kira-kira?chubierip

Masih teringat waktu pertama bertemu, aku sendiri kemaren lupa kapan tepatnya. Sampai ada seorang sahabat yang men-tag ulang postinganku tentang foto pertama saat dia diberi nama. Dari situ aku cari status pertemuan dengannya. Ternyata kami bertemu dibulan Agustus hahaha..Harusnya itu jadi bulan ulang tahunnya dong ya? Ulang tahun adopsi. Padahal dulu kalau ada teman-temannya yang ulang tahun, dengan bangganya dia sering bilang kalo dia akan muda terus karena gak pernah ulang tahun. Gak pernah ingat kapan dia resmi diadopsi. Gara-gara mama-nya yang lelet ngubek-ngubek foto dan status terdahulu di facebook. Ah, buat apa? Kupikir selamanya dia bersamaku. Makasih banyak buat mbak Aita dan Mbak CiKey yang udah ngasih nama ke dia. Fans pertamanya.

status fbCapture1

Jadi ingat ditahun itu, dia ku tinggal lama untuk beribadah. Semua kucing dititipkan pada Bu Cs untuk rutin disambangi dan diberi makan. Gak yakin juga mereka bakal masih ada di tempat sewaktu aku pulang. Tapi mereka ada. Lengkap. Termasuk kucing kecil berponi abu-abu. Sempat kabur berkali-kali karena kalah berkelahi dan menghilang selama hampir 3 bulan. Kemudian dipertemukan kembali. Setelah itu berkali-kali kutitipkan lagi ke Bu Cs. Tahun demi tahun berlalu. Menikah, liburan, seminar dan terakhir cuti melahirkan. Dia selalu setia dan sabar menungguku, menjadi anak titipan diklinik. Oya, Bu Cs ini aslinya bernama Bu Kamsini. Beliau yang tiap pagi ke pasar untuk membeli ikan buat Chubie dan teman-teman, Si Emak dan Hitam.chubiecs

Tak aku sangka tahun ini adalah tahun terakhir bersamanya. Bahkan baru dijalani separuhnya.

Sejak aku cuti sampai bulan April kemaren, Chubie memang sudah mulai mengurus. Kesehatannya mulai menurun. Tidak segemuk sebelumnya. Tapi masih makan dengan lahap. Masih suka ngerebut makanan Emak, masih selalu menampar Hitam kalo makanan mulai dibagi.chubierip1

Suatu hari Bu Cs bilang Chubie tadi pagi makannya malas-malasan. Biasanya paling suka kepala ikan. Sekarang diliatin, dijilat aja. Kalau sudah begitu biasanya ikan akan direbus dulu ama Bu Cs. Gak dikasih mentah seperti biasa. Entah kenapa rasanya sudah ada firasat gak enak. Nafsu makan Chubie memang naik turun sekarang. Obat cacing rutin, vitamin penambah nafsu makan juga diberikan. Tapi Chubie gak pernah menggemuk seperti sedia kala.

Puncaknya tanggal 16 Juni 2014 kemarin. Pagi-pagi Bu Cs laporan Chubie sudah gak mau makan. Kemudian aku ketemu dia diparkiran. Biasanya dia berlari dengan riang menyambut dan mendatangiku. Tapi kali ini nggak. Dia berhenti untuk minum genangan air hujan dirumputan kemudian hanya menatap sayu. Hanya mendusel-duselkan kepala ke kaki. Kuajak pergi, tapi dia gak mengikuti lagi. Malah duduk lemah. Hatiku dipukul palu rasanya. Entah kenapa jauh dihati mengatakan rasanya waktu kami tinggal sedikit tersisa. Akhirnya kugendong dibawa ke dapur dan mengobrol. Badannya terasa ringan sekali. Chubie diputuskan dibawa pulang ke rumah. Selama ini dia memang gak pernah betah dirumah. Stress dan selalu kembali ke klinik. Chubie memang gak pernah mau berkumpul dengan banyak kucing lain. Dulu dia terusir oleh Kakak Ganteng, di rumah sering berkelahi dengan siapa saja, gak pernah tenang hidupnya. Dia jauh lebih bahagia diklinik. Meskipun kalau malam hujan lebat selalu bikin kuatir memikirkan dia gimana.

Senin malam itu, setelah suami pulang kerja, dia kami jemput. Kalau kami datang dia dan Emak selalu berlari menyambut. Malam itu nggak. Setelah dipanggil-panggil, yang muncul cuma Emak. Ternyata Chubie masih asyik main di kegelapan. Berjalan pelan keluar dari kebun belakang. Entah sedang berburu kodok atau mengobrol dengan biawak. Kami bawa dia pulang.

Dirumah dirawat sebisanya. Makan gak mau. Hanya mau minum. Lama-lama minum pun gak mampu. Infus sub kutan (yang dulunya sangat takut aku lakukan) selalu kuberi karena Chubie tampak dehidrasi sekali. Badannya langsung mengurus drastis. Tinggal tulang terbalut kulit. Tapi dia bertahan. Aku tempatkan kandang didekat pintu belakang biar dia bisa melihat halaman setiap pagi. Akupun bisa mengawasinya setiap saat. Chubie masih berusaha minta keluar. Beberapa kali aku keluarkan. Dengan sempoyongan dia berjalan, gak bisa jauh dan kadang terjatuh. Masih mengeong lemah.

chubs-wawachubs-wawa

Hari berlalu, aku selalu minta dia kuat dan berusaha untuk sembuh. Infus, madu, kuning telur, antibiotik, kaldu ayam..semua ditolak. Muntah. Sampai akhirnya karena putus asa, aku spet-kan ASI ke mulutnya. Dia mau menelan. Aku bahagia. Malamnya dia pup. Aku pikir pencernaannya masih berfungsi bagus. Beberapa hari memang dia hanya pipis saja karena infus. Ternyata Chubie salah satu pemberi harapan palsu. Dia melemah lagi. Seringkali dia ingin minum, terpaku didepan tempat minum sampai dagunya basah. Tapi gak bisa membuka mulut. Kalau sudah begitu, aku spet cairan infus. Aku sudah tak tega menyakitinya dengan jarum.chubierip2

Satu hal yang aku takutkan, dia pergi tanpa aku temani. Rasanya ingin sekali membagi diri, kerja, anak, rumah, dan Chubie. Gak bisa senantiasa merawatnya itu menyakitkan. Andai saja ada dokter hewan disini mungkin akan lebih tenang kalo dia diinapkan. Entahlah…aku hanya bisa semampuku. Bahkan diagnosa penyakitnya saja gak jelas. Hanya bisa menebak-nebak. Setiap malam aku mencoba tidur selarut mungkin, bangun sedini mungkin sebelum subuh. Memastikan Chubie tak terlalu lama diabaikan. Karena hanya saat Naka (dan suami) sudah tidur, barulah bisa tenang mengobrol dengan Chubie. Rasanya waktu sudah semakin mencapai batas. Beberapa sahabat selalu ada untuk menguatkan. Bahkan mengirimkan vitamin buat Chubie (yang baru aku terima 2 hari setelah dia pergi. Makasih banyak Cess..).chubrip3

Hari Minggu, aku harus praktek karena minggu sebelumnya sudah libur, dan berencana libur lagi minggu depannya. Subuh sudah bersama dia. Aku minta dia kuat. Dia tetap tampak tampan walau dengan wajah yang semakin tirus dan mata semakin sipit. Hidungnya juga masih berwarna pink pucat. Aku kerja dengan perasaan gak tenang sampai sore. Dalam perjalanan pulang aku membatin tunggu ya Chub, aku pulang sekarang. Gak terbayang kalo aku pulang ternyata dia sudah pergi. Lega rasanya melihat dia masih ada sewaktu aku tiba dirumah. Minta tolong suami untuk menjaga Naka sebentar sementara aku mengganti alas dan memberi Chubie minum. Pasti dia sangat kehausan. Gak lama, pekerjaan rumah lain menanti. Maghrib menjelang.chubsrip4

Chubie anak yang sangat baik…Sangat pengertian.

Setelah semua tugas selesai. Setelah Naka tidur pulas. Aku menghampirinya, menyapanya. “Hai ganteng..”. Dia memukulkan ekornya lemah dan berkedip. Dia hanya berbaring dan gak bisa angkat kepala lagi. Aku bersiap membersihkan kandang Kido, anak kucing baru yang sedang diare. Tapi aku dengar Chubie seakan memanggil. Aku menoleh dan terpaku. Baik, mungkin ini waktunya.

Kutegarkan hati. Kuelus dia dari luar kandang. Halus sekali..Dia tampak begitu bersih, padahal kemaren dia belepotan pup. Gak ada sisa bau sama sekali. Nafasnya pelan. Aku keluarkan dia,dan kuletakkan dipangkuan. Beberapa kali dia bernafas pelan. Ini saatnya…

“Baiklah Chub, mungkin tugas kamu sudah selesai menemani aku. Sekarang ada Ompapa juga Naka yang menjagaku. Gantiin tugasmu. Chubie pasti sakit sekali. Kalau Chubie sudah gak kuat,kalau Chubie mau, Chubie boleh kok pergi”

Kalimat perpisahan itu akhirnya terucap juga. Ada yang bilang mereka memang menunggu kita untuk mengucapkan kata-kata itu baru pergi. Selama ini dia mencoba kuat dan berjuang untuk bertahan sampai kita siap ikhlas melepas mereka. Selama ini kita selalu bilang mereka harus kuat, harus berusaha buat sembuh. Mereka menuruti kata-kata kita. Mereka mendengar, dan mereka patuh.

Airmata yang tadinya hanya satu-satu menetes akhirnya gak terbendung lagi. Menenangkannya setiap kali kaki atau tangannya mengejang lemah, aku bisikkan kata sayang, doa, pujian, permintaan maaf dan terima kasih tiada henti. Suamiku akhirnya bergabung membelai Chubie. Kami menemaninya.

Chubie anak yang sangaaaat baik…

Sesaat sebelum dia pergi, dia mengejang pelan, kepalanya yang tadinya terkulai ditangan tiba-tiba terangkat, menoleh menghadapku. Seakan berpamitan. Ini waktunya. Tangisku semakin kencang, dengan reflek kucium dahinya. Kemudian dia kembali terkulai. Mengejang pelan lagi. Begitu tenang, begitu bersih. Dan akhirnya dia pergi….

Waktu menunjukkan pukul 08.10 malam..Setengah jam kemudian dia dimakamkan disamping makam Florence di halaman belakang.

Tak terungkapkan dengan kata-kata bagaimana rasanya. Sampai detik ini.

Terima kasih Chub..atas semua cinta, kenakalan, kebahagiaan yang kamu beri.

Karena kamu aku punya banyak teman.

Denganmu, duniaku luas berwarna

Aku pasti kangen Chub..boleh kan?

Disini gak sama lagi, gak ada yang berlari menyambut

Gak ada yang minta bukain pintu

Yang naik dan duduk dimeja

Maafkan aku kadang bikin kamu ngambek Chub..

Aku sayang kamu Chub..kamu tau kan?

Tak tergantikan Chub..Tak terlupakan

Abadi dalam ingatan

Selamat jalan…berlarilah duluan ke sana.

Tunggu yah, suatu hari pasti kita ketemu lagi.

Kamu menungguku kan Chub?

chubieRB

 

*Terima kasih banyak buat Didi, Kinan, Mbak Qori, Mbak Noor dan Nalia yang sudah ikut kuatir beberapa hari kemarin*

-BUTHIE-

Mereka yang berkumpul disana…

Sudah tau belum kalau tanggal 12 Juni itu adalah hari Mengenang Hewan Peliharaan Sedunia alias World Pet Memorial Day ? Hari yang dipersembahkan  untuk mengenang hewan peliharaan yang pernah mengisi hati kalian para manusia. Mereka mungkin sudah gak bersama kalian lagi sekarang…entah karena pergi dari rumah, tersesat dan menghilang, atau karena sudah berlarian di titian pelangi. Teman-teman aku yang sudah lama atau baru saja pergi, tapi aku yakin mereka akan selalu tetap dihati.  Mereka yang sudah memberikan keceriaan, kebanggaan, menghibur setiap kesepian, menghapus air mata dan menemani saat langit terasa akan runtuh. Kalian pasti masih ingat kebiasaan dan lucunya tingkah laku mereka. Kalian juga pasti gak lupa akan kenakalan pasukan berbulu itu, setiap jilatan ditangan, di muka, dengkuran disamping kepala, duselan dikaki yang sering membuat hampir terjatuh, serta hadiah-hadiah seperti tikus, kodok dan cicak yang dibawa naik ke tempat tidur. Kenakalan yang langsung dimaafkan saat mereka harus pergi dan gak kembali.

Karena tema-nya  World Pet Memorial Day, hari ini aku gunakan untuk mengingat kembali beberapa kucing mama yang telah pergi. Aku akan bercerita tentang beberapa kucing pendahulu aku. Ada yang aku sempat kenal ada yang nggak. Tapi aku tau mereka sudah berjasa menemani mamaku selama ini. Beberapa teman ada yang hanya singgah sebentar tapi ada juga yang melewati tahun-tahun bersama mama…Mereka selalu datang dan pergi. Semua punya cerita masing-masing untuk dikenang, dan demi semua kenangan indah yang diberikan, aku dan mama berterima kasih pada mereka.

# EMPUSS

Empus adalah kucing jantan yang dibawa pindah mama waktu dia kerja diklinik ini. Buntutnya pendek irit banget. Kata mama Si Empuss gak bisa mengeong. Suaranya hanya éekk..eekk. Empuss hampir setahun lebih dipelihara mama ditempat kerja yang lama, dia dipelihara sejak kecil bersama teman-teman diklinik lama. Empus entah datang dari mana. Tiba-tiba muncul dan menetap diklinik. Dia pintar sekali. Kalau jam kerja dia akan tinggal di dapur, tapi setiap jam 9 malam waktu mama bebas tugas jaga dan pasien diklinik mulai sepi, dia akan muncul minta makan. Empuss kucing yang sangat sabar. Sering dikerjai oleh perawat iseng tapi dia tetap santai melenggang berpatroli diklinik. Karena kuatir gak ada yang memperhatikan Empuss setelah mama resign dari klinik itu, akhirnya diputuskan Empuss ikut pindah ke hutan sini. empuss

Beberapa hari menyesuaikan diri, Empuss tampaknya betah ditempat baru. Bahkan mulai menjelajah setiap ruangan. Dia sering ditemukan tidur di wastafel kamar pasien yang kosong, atau dengan cueknya tidur dimeja ruang administrasi.

Tapi sayang, suatu hari Empuss menghilang tanpa jejak. Mama sudah berkeliling mencari berhari-hari tetap gak ketemu. Hilangnya Empuss bener-bener jadi misteri, karena dia gak pernah pergi jauh. Bertahun-tahun kemudian barulah terungkap ternyata ada oknum diklinik yang membuang Empuss. Mereka sering membuang kucing yang singgah diklinik atau yang melahirkan diklinik tanpa bisa dicegah oleh mama karena mereka memilih waktu saat mama gak ada ditempat. Demikian juga Empuss. Entah dimana dia sekarang…

# MEONK

Meonk ini kucing penghuni klinik ini sebelum ada Empuss. Dia menguasai halaman belakang. Setelah ada Empus, mereka menjadi sahabat baik, jarang bertengkar, kemana-mana selalu bersama. Meonk ini awalnya takut sama mama, tapi lama-lama dia mulai jinak dan selalu menyambut kedatangan mama dipagi hari dengan bertelentang di halaman. Meonk kucing jantan berbadan tinggi besar. Sangat tampan dengan bulunya yang halus. Tapi sayang, suatu hari Meonk ditemukan tukang kebun sudah gak bernyawa dikebun belakang. Mungkin karena sakit atau keracunan. Mamapun dibantu bapak tukang kebun menguburkan Meonk dihalaman samping klinik.meonk# CANTIK

Seekor stray tiba-tiba muncul dibelakang kamar mama di mess, kemudian mulai menetap karena sering diberi makan. Kucing itu dalam kondisi hamil besar. Kemudian melahirkan diplafon mess. Setelah anak-anaknya cukup besar, si induk akhirnya membawa mereka turun, dan mamapun mulai memelihara mereka. Tapi si induk jadi jarang muncul. Hanya muncul sesekali minta makan dan pergi lagi.

Anaknya ada 3 ekor. Dua jantan dan satu betina. Dinamakan Ganteng, Manis dan Cantik. Cantik si anak kucing betina berbeda dengan saudaranya, dia lebih manja, bulunya jauh lebih lebat dan halus. Suatu hari ketika mereka berumur sekitar 1,5 bulan, gerombolan anjing liar menyerang si Cantik. Buntutnya yang panjang digigit sampai putus oleh anjing liar itu. Lukanya pun dirawat sampai sembuh.cantik

Meskipun sudah gak berbuntut, tapi Cantik masih tetap cerita seakan-akan gak terjadi apa-apa. Masih sering berbuat onar bersama saudara-saudaranya dikamar mama. Dia selalu tidur dibahu mama.

Tapi umur Cantik gak panjang, mungkin sudah takdirnya harus bertemu kembali dengan anjing-anjing liar yang sering datang bergerombol ke mess mencari makan. Kali ini Cantik gak selamat. Penjaga mess melaporkan kalo mereka menemukan Cantik penuh luka terbuka dibelakang dapur. Waktu itu mama sedang cuti dan gak bisa berbuat apa-apa.

# GANTENG DAN MANIS

Kakak Ganteng dan Manis merupakan saudara si cantik yang tertinggal. Mereka disayangi seperti anak emas. Karena waktu itu kucing mama cuma mereka berdua yang ada di mess. ganteng manis

Kaka Ganteng tumbuh besar menjadi kucing jantan yang tampan. Sementara Manis meskipun juga jantan, tapi badannya lebih langsing dan kecil dibandingkan Ganteng. Mereka berdua selalu menemani mama, tidur bersama setiap malam. Sayangnya seiring mereka mulai dewasa, persaingan pun mulai ada. Kakak Ganteng mulai menantang si Manis berkelahi hampir setiap ada kesempatan. Akhirnya Manis pun pergi. Mama kadang masih bisa bertemu Manis dijalan komplek, tapi dia gak mau ikut kembali ke mess..Lama kemudian Manis pun benar-benar menghilang.

manis

Sementara Kakak Ganteng yang memenangkan teritori di kamar mama semakin berkuasa. Dia akhirnya jadi kesayangan mama. Cuman kalo dasarnya preman ya pasti jadi kucing preman. Demikian juga si Ganteng. Dia mulai mencari kucing betina dan mencari lawan bertarung ke komplek sebelah. Mulai jarang dirumah. Hanya pulang minta makan kemudian pergi lagi. Kadang pulang dengan luka-luka dibadan hasil perkelahian. Kalo sudah gitu dia bakal berhari-hari dirumah, tapi kalo sudah sembuh bakal kembali berkelana lagi. Kakak Ganteng ini juga yang mengusir aku pindah dari mess…tapi aku gak dendam.ganteng

Semakin hari kakak Ganteng semakin menjadi liar, mamapun gak bisa mencegah dia pergi. Apalagi  kucing yang ada di mess mama semakin bertambah. Jadi kakak Ganteng gak betah. Sampai sekarang aku gak pernah melihat kakak Ganteng lagi.

# ECHOT

Echot datang bertiga bersaudara ke mess mama. Keliatannya mereka dibuang seseorang dideket mess. Dua saudaranya berwarna kuning, Echot yang belang tiga. Mereka dipelihara meski cuma outdoor.  Malang buat anak-anak itu, suatu malam, datang gerombolan anjing liar mencoba merebut makanan mereka yang emang selalu disediakan mama diluar. Karena gak sempat bersembunyi, Echot pun jadi bulan-bulanan anjing itu. Ketika mama keluar mencoba mengusir anjing jahat itu Echot ditemukan tergeletak gak berdaya di dalam got yang kering dibelakang dapur mes. Kakinya patah, Echot gak bisa bergerak. Jadi dirawat seadanya karena gak ada dokter hewan disini.echot3

Meski cacat, Echot penuh semangat. bisa bergerak dengan cepat. Dia bisa mengesot sampai jauh mengitari mess. Cuma yang bikin sedih adalah dia kesulitan buang air. Selalu belepotan, mama harus membantu dia membersihkan diri. Echot ditempatkan di pet cargo, tapi dia selalu berusaha keluar. Suatu hari Echot hilang. Dan keesokan harinya ditemukan disemak-semak sudah pergi untuk selamanya.

# UNING

Uning saudaranya si Echot, bersama dengan Kunyit. Tapi Kunyit pergi duluan karena diare berat. Tinggallah Uning sendirian. Hobinya makan jadi badan Uning berat berisi penuh otot. Paling suka pamer perut telentang dimana-mana. Meskipun jantan, Uning suka mengalah. Dia lebih sering mejadi penonton kalau teman-temannya bertengkar. Setelah mama menikah, Uning jadi anak kesayangan Ompapa, karena dia sangat manja dan penurut.uning juga Yang paling diingat mama adalah, Uning paling suka naik ke atas plafon mess, tapi gak bisa turun. Mama harus bolak balik menurunkan dia dari plafon, kalo gak si Uning akan terus mengeong dengan memelas di belakang kamar mama. Uning naik dari dinding dapur yang emang terbuka dan langsung mengarah ke plafon. Setelah naik dia akan main sebentar kemudian minta turun. Pernah mama menghukum dia 2 hari gak diturunin dari atas. Berharap Uning bisa nyari jalan dan berusaha sendiri untuk turun, tapi seteguh-teguhnya hati mama, ternyata masih lebih teguh hati si Uning. Jadilah mama mengalah. Uning turun dalam keadaan kotor dan sedikit kurus…uning

Kemudian mama pindah ke rumah dinas, Uning gak mau ikut pindah. Bolak balik selalu pulang ke mess walaupun dikurung di rumah baru. Suatu hari Uning gak ditemukan lagi di mess. Entah kemana…Mama dan Ompapa jadi sangat sedih. Kehilangan Uning yang selalu datang bila dipanggil. Kangen Uning yang gendut berlari mengejar kalo mama pulang kerja. Uning yang gak mau makan kalo toples makanannya gak penuh. Uning kamu kemana..?

# MIONG & MIAW

Si induk stray kembali datang dalam kondisi hamil. Kali ini dia melahirkan empat ekor anak kucing, tapi yang bertahan hanya dua, yaitu Miong dan Miaw. Aku sudah dipungut mama juga waktu ada mereka. Jadi aku tumbuh besar bersama Miong dan Miaw, menjadi kakak yang baik buat mereka. mama angkat

Ikut minum susu ama induknya Miong-Miawmiongmiawchubie

Miong dan Miaw adalah anak-anak yang manis dan suka bermain. Aku sering main kejar-kejaran sembunyi-sembunyian disemak-semak belakang mess. Kami sering tidur bersama. Ada kakak Ganteng juga, yang masih baik ama aku karena aku masih kecil.

kaka gantengchubieBeranjak dewasa, Miong dan Miaw mulai mencari pasangan. Miaw pun jadi jarang pulang. Pergi entah kemana. Hanya Miong yang betah tinggal di mess bersama kami. Oya, Miong pernah ikut lomba foto kalender, dia berhasil masuk 12 besar di tahun 2010.miong pose kalender

Mungkin karena iri sama Miong jadi Miaw semakin membulatkan tekad mencari jalan hidupnya sendiri, pergi dari rumah. Aku sering kangen ama dia sih..Namanya juga udah dari kecil sama-sama.  Tapi gimana lagi, aku kan gak bisa melarang dia untuk pergi. Mungkin dia bertemu kucing jantan ganteng dikomplek sebelah, trus ikut tinggal bersamanya disana.chubiemiaw

Kemudian Miong hamil. Dia melahirkan dua ekor anak yang dinamai Hitam dan Putih. Jangan tuduh aku yang harus bertanggung jawab ya..Kemungkinan itu kelakuan kakak Ganteng atau kucing-kucing liar yang sering datang ke mess. Miong mulai berubah, dia jarang mau diajak bermain lagi, waktunya dihabiskan untuk merawat anak-anaknya.

Sewaktu Hitam dan Putih mulai besar, Miong lagi-lagi hamil entah ama siapa. Mamaku masih buta soal steril mensteril. Dia pernah berusaha menyuntik KB Si Miong tapi gagal. Jadinya ya hamil melulu. Miong melahirkan dibawah kasur mama yang dibolonginya menjadi gua persembunyian. Dari 3 anak, hanya satu yang selamat. Mamapun harus berjuang mengambil anak kucing yang malang itu dari dalam box bawah tempat tidur. Anak yang berhasil selamat namanya Cacil.

Cacil anak yang cerdas tapi nakal, mama dulu banyak punya fotonya, tapi bersama dengan hilangnya laptop jadi banyak foto-foto kenangan yang ikut lenyap. Termasuk foto Cacil. Hanya ada satu yang tersisa.

miong+cacil+temtemSuatu hari ada fogging nyamuk di mess, dan Cacil yang bermain diluar langsung lari masuk ketakutan. Kemudian hari selanjutnya Cacil menghilang, tapi Miong masih ada dan tetap santai. Mama curiga si Miong menyembunyikan Cacil disuatu tempat. Dicari gak ketemu. Sampai hari ini.

Beberapa bulan kemudian Miong hamil lagi, dia entah kegenitan atau apa kok ya hobi banget hamil melulu. Kali ini Miong melahirkan 3 ekor anak kucing. Si Belang, Tiger dan Piglet.  Karena semakin banyak kucing yang dipelihara mama, akhirnya mulailah terjadi permasalahan dengan penjaga mess. Kebetulan penjaga mess yang baik dulu diganti ama yang baru, nah penjaga mess yang baru inilah yang jahat dan melaporkan kucing-kucing mama ke pihak kantor. Mamapun ditegur. Akhirnya Miong dan 3 anaknya yang kecil pun diungsikan ke rumah saudara mama dikota. Setiap akhir pekan mama menengok mereka.

Sebulan dipengungsian, Miong menunjukkan gejala hamil lagi. Hastagaaah..Mamapun pusing…Gak ada dokter hewan yang bisa mensteril kucing dikota ini. Dikota tetangga pun gak ada. Harus ke Samarinda atau Balikpapan katanya. Masih terlalu repot buat mama waktu itu. Jadilah si Miong hamil lagi dengan pelaku kucing-kucing garong tetangga sodara mama.

Tepat dimalam tahun baru Miong melahirkan tujuh ekor anak kucing. TUJUH! Kebayang kan pusingnya mamaku? Hihihihi… Tujuh ekor itu menjadi berkurang satu karena sakit. Enam ekor yang lain tumbuh menjadi anak-anak yang badung tapi sehat. Empat bulan kemudian mama dapat pinjaman rumah dinas, jadi Miong dan sembilan anaknya dibawa pulang ama mama.

Tapi sayang….Miong gak betah dirumah baru, dia menghilang bersama beberapa kucing mama yang lain. Terakhir mama pernah melihat dia di mess, mama bawa pulang tapi dia tetap balik lagi ke mess. Beberapa hari kemudian mama gak pernah melihat dia lagi. Dikuatirkan dia dibuang oleh penjaga mess yang baru.

# BELANG

Belang anaknya Miong. Ikut pindah mengungsi ke kota. Kemudian ikut pindah lagi kembali ke hutan. Dia jadi stress setengah mati. Mengurung diri disamping lemari penuh dengan kotoran karena dia gak berani keluar sama sekali. belangButuh waktu berhari-hari memulihkan si Belang dari stress. Dia mulai keluar dan menjelajahi rumah baru. Paling suka diam dikamar mandi. Tapi suatu hari, bersamaan dengan hilangnya Miong, Belang pun ikut pergi. Belang yang penyayang dan manja, paling suka membantu Miong merawat adek-adeknya. Sekarang juga pergi entah kemana..

# PUTIH & YUKI

Anaknya Miong yang ditinggal bersama mama dan gak ikut pindah yaitu Putih dan Hitam (Temtem), besar dan sehat di mess. Si Putih pun mulai dewasa dan mencari pasangan. Kemudian bisa ditebak, hasilnya dia hamil. Dia melahirkan di bawah kasur mama. Itu memang tempat pesembunyian favorit mereka. Mama sudah berusaha menjahit kain yang dirobek oleh para kucing itu sebagai jalan masuk, tapi kucing-kucing masih bisa menemukan cara untuk masuk kedalam box kayu spring bed itu. Jadilah suatu malam Putih berdiam diri disana dan terdengar bunyi anak kucing menangis. putih

Anaknya ada dua, satu calico dan satunya hitam putih kayak panda. Mama menamai mereka Yuka dan Yuki. Yuka-Yuki menjadi anak kucing yang lucu. Sering menggoda si Uning yang sedang tidur.

putih +yukiyukiYuki sangat mirip ama Putih, buntut panjang belang totol-totol item kayak panda. Mungkin karena itu juga Tampaknya si Putih lebih sayang Yuki dibanding Yuka. Sewaktu diajak pindah ke rumah baru, Putih lebih sering mengajak si Yuki pergi. Yuka ditinggal sendiri. Dan akhirnya mereka berdua menghilang entah kemana berkelana berdua. Yuka masih ada bersama mama sekarang.

# PIGLET

Piglet adalah saudara Tiger anak Miong. Beberapa minggu setelah disteril dia menghilang pergi dari rumah. Dirumah dia seringkali di bully ama Tiger yang badannya lebih besar. Sekarang dia tinggal bersama kucing-kucing lain di mess. Kadang mama masih mengunjunginya dan memberi makan. Tapi sudah lama mama gak melihatnya lagi. Pernah dipaksa pulang, dikurung dirumah, tapi dia gak mau dan ngamuk. Akhirnya kembali lagi ke mess..Semoga dia sehat-sehat saja. Di mess selalu banyak orang dan ada dapur untuk catering pekerja, mamapun gak kuatir karena setiap kesana ibu-ibu tukang masak itu baik pada kucing-kucing disana termasuk Piglet. piglet

# ORENJI

Suatu pagi sewaktu masih tinggal di mess, mama mendengar suara kucing mengeong-ngeong entah dari mana. Kadang terdengar jelas tapi kadang lirih. Dicari disekitar kamar dan dapur gak ada tanda-tanda kucing minta tolong. Suara itu menghilang. Siang hari pas mama pulang istirahat, suara ngeongan terdengar lagi sebentar. Setelah itu sunyi. Dicari tetep gak ada. Mama penasaran banget sampai bertekad mencari hingga ketemu pas nanti pulang kerja.

Pulang kerja sore harinya, mama menunggu sampai suara kucing itu terdengar lagi. Berusaha menajamkan telinga, akhirnya mama melihat sesosok kucing berwarna kuning terjebak diatas pohon nangka di bawah bukit diseberang jalan mes mama. Hadooooh..gimana nuruninnya kalo diatas pohon gitu?? Mama turun membawa payung berharap si kuning berani melompat turun ke payung. Tapi kucing itu gak berani, dia mondar-mandi kebingungan diatas dahan pohon nangka. Entah gimana caranya dia bisa sampai nyangkut keatas sana. Kemungkinan sih dia tadi malam dikejar anjing liar trus panik naik keatas pohon dan gak bisa turun karena tanpa sadar udah naik terlalu tinggi.

Untungnya ada anak-anak SMA yang lewat jalan itu, mamapun minta bantuan mereka untuk mengambil si kucing. Syukurlah si kucing berhasil ditolong. Mama membawanya ke mes. Tapi di mes si kucing diserang ama Uning dan Hitam. Kucing kuning itu ketakutan didalam pet cargo. Mereka berkelahi sampai mamapun terkena cakaran tanpa ampun. Gak mungkin dipelihara di mes kalo gini caranya. Jadi si kucing baru dibawa ke klinik tempat aku tinggal.

Beberapa hari tinggal diklinik bersamaku si kucing tau diri..Gak mau mencari perkara, kalo aku datang dia diem sembunyi, kalo aku pergi jalan-jalan baru deh dia keluar makan dan bermanja ke mama. Kucing baru itu diberi nama Orenji. Semua kru belakang suka karena Orenji tidak merepotkan. Lalu Om-om cleaning servis meminta Orenji untuk dibawa pulang ke rumahnya. Dia bilang istrinya suka kucing. Mama dengan senang hati menyerahkan Orenji. Berharap dia dipelihara dengan baik disana. Orenji

Tapi ternyata, seminggu kemudian mama mendengar kabar kalo Orenji mati. Om cleaning servis itu gak berani bilang ke mama karena takut dimarahi. Dia cerita ke bu Cs, dan bu Cs yang ngasih tau mama. Katanya Orenji di gigit ular . Tapi kayaknya sih dia keracunan racun tikus. Soalnya ada bangkai tikus juga katanya disamping jenazah Orenji, dan beberapa hari sebelumnya orang tua istri om itu emang menyebar racun tikus karena dirumah banyak tikus berkeliaran. Hhhhh….Mama menyesal banget udah melepaskan Orenji menuju maut.

# EMPAT SERANGKAI (Simba, Sunny, Sandy & Shadow)

Tentang Simba, Sunny dan Sandy sudah aku ceritakan disini.

4serangkai

Sekarang aku hanya ingin bercerita tentang Shadow. Anggota empat serangkai yang tersisa. Yang berhasil selamat dari wabah yang menjemput ketiga saudaranya.Slide2 copy

Shadow sudah sembuh walaupun sakit itu bikin suara dia jadi serak gak selantang dulu. Nafas Shadow pun kadang bau. Jalannya agak tepincang dikaki belakang. Mungkin gak sepenuhnya sembuh yah..Tapi nafsu makannya bagus gak ada masalah. Shadow juga tetap manja seperti dulu. Suka bermain dengan yang lain kejar-kejaran kesana-kemari. IMG_7327 copy

Aku juga sering bertemu Shadow kalo main ke rumah mama. Dia takut ama aku sih..Padahal aku cuma menggertak biasa aja tapi dia udah mengkeret duluan.Gak ada yang salah dari Shadow.   Slide3 copy

Suatu hari di bulan Desember tahun lalu, mama dan ompapa pergi ke Jogya ada seminar. Meninggalkan pasukan berbulu pada orang kepercayaan. Beliau dipercaya membersihkan litter dan memberi makan minum dirumah. Tapi gak nginep sih, hanya datang tiap pagi dan sore.

Seminggu di Jogya, mama pulang. Semua di absen. 4 anak menghilang. Tiger, Akira, Temtem dan Shadow. Pulang kerja mama menyisir jalan di hutan belakang dan rumah-rumah kosong yang sering menjadi tempat persembunyian anak-anak itu. Mereka gak ada.IMG00552-20120915-0902

Tapi hampir sampai ke rumah direrumputan padang rumput dibelakang rumah, mama melihat bayangan hitam ditanah. Jantung mama berdetak kencang seketiga. Sosok hitam itu sudah rata melebur jadi satu menyisakan tulang belulang, sedikit anggota badan bagian bawah dan sisa-sisa bulu berwarna hitam. Tanah sekitanya menjadi hitam seakan-akan menyerap tubuhnya yang membusuk. Belatung dimana-mana. Mama diam gak bisa bergerak nyaris gak bisa bernafas. Mencoba mengira-ngira itu sisa jasad siapa. Memberanikan diri memperhatikan pemandangan mengerikan itu. Kepala yang tinggal tengkorak, bulu hitam legam, tulang ekor yang panjang…gak salah lagi, ini pasti Shadow. Mama gak bisa menahan tangisnya…seperti orang gila bicara sendiri “Shadow kamu kenapa??” “Kenapa gak masuk ke rumah?” “Kamu pasti kesakitan…” ” Shadow…maaf…maaf..aku ninggalin kamu terlalu lama…” “Maafkan aku….”

Gak ada orang disekitar mama. Sepi. Ompapa masih di Jogya belum kembali. Hanya mama sendiri menangis dilapangan rumput. Bagaimana menguburkannya kalo jasadnya sudah gak berbentuk sama sekali, sudah menyatu dengan rerumputan? Gak mungkin bisa diangkat. Sambil menangis mama mengambil cangkul dirumah. Sisa-sisa jasad Shadow pun hanya bisa ditimbun dengan tanah yang digali dari tempat lain. Ditutupi selayaknya kuburan kucing. Mama masih berdiri dipusara Shadow, bingung memikirkan apa yang terjadi. Sementara yang 3 lainnya juga belum ketemu.

Dikuatkan oleh teman-temannya mamapun mencari yang belum kembali sore itu juga. Takut hal yang sama menimpa mereka. Untungnya mereka semua selamat. Tiger ditemukan sembunyi dikolong rumah tetangga diatas bukit. Temtem ada di mess dan Akira pulang sendiri ke rumah keesokan harinya.

Ompapa bilang kemungkinan Shadow di bully anjing liar. Karena akhir-akhir ini emang banyak anjing-anjing liar yang muncul lagi entah dari mana. Mereka menyerang kucing secara bergerombol. Gak jarang tengah malam mama dan ompapa mengusir anjing-anjing itu kalau mereka terdengar masuk ke halaman rumah. Rumah mama emang gak ada pagarnya. Kemungkinan sore hari waktu litter dibersihkan, Shadow keluar rumah dan terkunci diluar. Kemudian dia diserang anjing-anjing jahat itu. Aku gak bisa membayangkan gimana takutnya Shadow. Meminta pertolongan yang gak kunjung datang….IMG_7364 copy

Mama terlalu sedih dan trauma untuk menulis kepergiannya dulu. Tapi hari ini adalah waktu yang tepat untuk mengenang Shadow.

Maafkan kami Shadow…Kamu sudah berkumpul dengan saudaramu sekarang.

# GURO

Sewaktu mama dan ompapa makan siang diwarung dekat rumah, mereka mendengar suara anak kucing mengeong nyaring sangat memelas. Mama menyuruh ompapa mencari sumber suara. Ompapa menemukan seekor anak kucing berwarna hitam polos disudut warung yang gelap. Entah bagaimana dia bisa ada di situ, gak ada tanda-tanda induk ataupun saudaranya yang lain disekitar warung. Kata pemilik warung sih dia dibuang orang, karena kucing itu baru muncul seharian itu. Mama dan ompapa memutuskan membawa si kecil pulang ke rumah.

Dirumah si kecil dibersihkan, diberi makan dan diperkenalkan ke yang lain. Kucing itu mirip sekali ama Shadow, sama-sama hitam dan berbuntut panjang. Mereka cepat menjadi akrab. Si kecil diberi nama Guro.

Guro sangat lincah, suka bermain kejar-kejaran gak tentu arah, tapi paling gak suka kalau diajak main dan dia kalah, semisal mama atau ompapa membully dia menggelitik perut atau kakinya, dan gak membiarkannya pergi, dia pasti teriak marah menggigit tangan mama/ompapa. Tapi kalo dilepas dia akan menerkam tangan mereka lagi seakan menantang berkelahi. Guro sangat pemberani, dia yang mendekati Piku diawal-awal Piku dipungut mama. Meskipun resikonya kena cakar dimuka.Guro

Guro juga sangat perhatian. Sewaktu Simba sakit dan dibawa pulang ke rumah, Guro ikut menemani dan mencium Simba. Tapi justru karena perhatiannya itu dia jadi tertular virus dari Simba. Setelah Simba pergi, keesokan harinya mama menemukan Guro dan Sunny diam gak bereaksi, meringkuk dibantal kursi sementara yang lain heboh menyambut ikan kukus yang baru matang. Mereka berdua demam. Mama langsung mengkarantina dan mengobati Guro dan Sunny. Tapi Guro gak bertahan lama, karena dia masih kecil, daya tahan tubuhnya langsung kalah oleh virus. Sore harinya Guro pergi menyusul Simba.

# HITAM (TEMTEM)

Cerita tentang kepergian Temtem juga sudah pernah aku ceritakan dipostingan ini.

Sekarang aku hanya ingin mengenang betapa temtem semasa hidupnya adalah kucing yang sangat tampan.temtem temtem dan kody

Temtem adalah kucing terakhir yang pergi akibat kepindahan rumah mama. Uning, Miong, dan Putih serta Yuki sekarang entah dimana. Aku berharap andaikan mereka masih hidup, mereka akan baik-baik saja. Tapi kalau sesuatu terjadi pada mereka, aku berdoa semoga bereka semua sudah senang bermain bersama diantara bunga dan hangatnya mentari di titian pelangi.

familyMiong, Temtem, Uning & Putih

# KUGI & 5 anak YUKA

Jadi Yuka yang lolos dari sterilan karena sakit akhirnya hamil. Dia melahirkan 5 ekor anak kucing yang lucu. Keesokan harinya, mama menemukan 3 ekor anak kucing yang dibuang orang dijalan. Tiga anak itu dibawa pulang dan diletakkan dikandang yang bersebelahan dengan kandang Yuka.

3 ekor anak kucing itu diberi nama Kage, Koga, dan Kugi. Kage-Koga berwarna hitam legam, sementara Kugi berwarna putih polos dengan sedikit totol hitam diujung ekornya. Melihat ada anak kucing lain, Yuka bingung, dia merasa itu anaknya juga. Mama mencoba mendekatkan mereka, Yuka pun mereima dengan senang hati. Dia merawat ketiga anak seperti anaknya sendiri.

Tapi ternyata hal yang gak diharapkan timbul, Yuka mulai membiarkan anak kandungnya sendiri dan lebih sibuk memperhatikan anak-anak pungut yang memang sudah mulainakal dan aktif kesana-kemari. Anak-anak Yuka pun mulai sakit mata dan dehidrasi. Mama mencoba memisahkan Yuka dari ketiga anak pungut tapi Yuka selalu mencari mereka. Mama juga berusaha membantu memberi susu ke anak-anak Yuka. Tapi gak berhasil. Satu demi satu anak Yuka mati tanpa sempat diberi nama. Dan terakhir Kugi juga pergi karena dehidrasi dan diare…kugi

Hanya tinggal Kage dan Koga yang dirawat Yuka sampai hari ini. Dirawat dan disayangi seperti anak sendiri.

# FLORENCE

Mengenang Florence yang cantik..mari sama-sama liat sewaktu dia pertama ditemukan mama…olen kurus

Waktu Olen menangkap tikus hutan dan kadal.. olenmouse

kadal3

Dan saat Florence pergi meninggalkan mama…

Kami akan mengenang semua kegembiraan yang kamu bawa len…floren

# TUPPY

Tuppy salah satu anak Miong baru-baru ini hilang. Padahal dia gak pernah pergi terlalu jauh. Beberapa hari sebelumnya ada kucing garong jahat yang menghajar dia habis-habisan. Tuppy jadi pincang, salah satu kaki belakangnya sakit. Mama mengurungnya didalam rumah, tapi setiap ada kesempatan Tuppy selalu berusaha keluar. Tuppy anak yang sangat manis dan lembut, suaranya sangat merdu. Dia kucing yang paling sering mengajak mama dan ompapa bicara. Mengeong-ngeong seakan-akan mama dan ompapa ngerti, padahal kan nggak…

Tuppy

Tuppy kalo digendong selalu melemaskan badannya. Dia termasuk langsing dibandingkan saudara-saudaranya yang lain. Aku gak tau Tuppy pergi kemana. Semoga dia baik-baik aja..

poem cacil

Teman-teman yang pergi karena memilih jalannya sendiri, dan teman-teman yang pergi karena sakit, aku yakin suatu hari kami akan kembali bertemu disuatu tempat diujung pelangi yang indah. Mereka menunggu mama,ompapa dan teman-teman lain yang masih disini untuk kembali bermain bersama. Dan kemarin aku melihat pelangi yang indah. Pasti mereka yang ada disana melambaikan tangannya ke bawah kepadaku.

rainbow World Pet Memorial Day kali ini, siapa yang kalian ingin kenang?

poem chubie

She was so Lovely….

Kemarin..

Setelah hilang dan dicari selama 2 hari, akhirnya mama menemukan Florence dirumah tetangga, digarasi mobil, meringkuk sendirian. Kondisinya lemah dan kesulitan untuk bernafas. Mulutnya bernanah. Mama langsung mengangkat Florence, berlari membawanya pulang ke rumah..Malam sebelumnya hujan turun deras, sangat deras sampai perumahan yang ada ditempat yang lebih rendah nyaris terendam banjir karena sungai meluap. Olen pasti kedinginan.

2 hari sebelumnya mama pulang dari cuti selama seminggu. Menitipkan pasukan kaki empat pada sodara untuk tinggal dirumah menjaga mereka. Setiap hari mama mengontrol mereka lewat bbm. Florence emang dilaporkan gak mau masuk kerumah buat tidur, hanya masuk sekali-sekali untuk makan. Lebih sering tidur diteras tetangga sebelah. Akhirnya makanpun disiapkan diluar. Beberapa kali Olen menghilang gak pulang. Gak bisa didekati buat ditangkap dan dirumahkan. Mungkin karena merasa manusia asing. Pagi harinya mama dikirimi foto Florence yang tampak diare, bagian belakangnya kotor dan basah. Berharap bisa bertemu dan sempat buat mengobati, mamapun sampai ke rumah siang hari. Tapi Olen gak ada.

Mama mencari kemana-mana sampai ke tempat aku, tapi tetap gak ketemu. Malam harinya hujan turun. Keesokan hari mama dan ompapa mencari lagi berkeliling perumahan, mengitari hutan belakang rumah, menyisir rumah-rumah kosong tapi tetap gak ada. Sedih sekali. Merasa bersalah banget. Kenapa setiap mama dan ompapa pergi agak lama selalu aja ada yang hilang. Malamnya kembali hujan, kali ini deras banget. Florence ditemukan pagi harinya waktu mama berangkat kerja.

Hari itu mama harus kerja karena cuti telah selesai, berharap Florence bertahan sampai mama pulang jam makan siang untuk mengobati karena dirumah gak ada orang. Florence dimasukan ke kandang, mulutnya dibersihkan, dihangatkan. Tapi pas mama pulang, Florence kelihatan terbatuk batuk dan tersengal-sengal. Mama sudah merasa gak ada harapan, hanya bisa menenangkan Olen, membelainya, menghiburnya..Olen sempat pengen keluar kandang tapi gak bisa, dan rebah. Mama menggenggam tangan Olen, mulai menangis, melihat Olen sedikit mengejang…dua kali hentakan nafas kecil terakhir…Olen sudah gak bergerak lagi. Dia sudah pergi…

Mama hanya bisa bilang maaf…Olen masih tampak sangat cantik, bulunya masih halus saat dibelai, badannya masih segar gak kurus seperti kucing yang sakit parah. Gak ada pipis, gak ada muntah seperti kucing lainnya.  Bersih banget. Tapi dia sudah pergi…pulang ke surga, berlarian disana..

Mama menguburnya sendiri dihalaman belakang. Di rumah yang sebelumnya sudah jadi tempat tinggal dia sebelum mama datang.

No one to blame…gak ada yang bisa disalahkan. Dan gak mungkin saling menyalahkan. Mama sudah berusaha untuk memastikan mereka terawat sewaktu dia pergi. Yang diamanahi pun pasti sudah berusaha yang terbaik. Tapi kami, para kucing, memang punya pikiran sendiri yang kalian manusia tidak mengerti. Ini pilihan Florence untuk tidak pulang kerumah, sementara kucing-kucing yang lain baik-baik saja walaupun ada manusia asing.

Yang pantas disyukuri adalah Florence bertemu mama disaat-saat terakhirnya. Pergi dengan belaian penuh cinta. Aku gak kebayang kalo Olen meregang nyawa sendirian, dirumah tetangga yang gak dikenal, trus dikuburkan begitu saja. Semua sudah diatur ama Allah…

She was so lovely…

Pertama kali bertemu saat pindah rumah  di awal April 2012, mama sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Walaupun Olen penuh koreng. Nama Florence langsung diberikan karena dia kucing yang cantik, kata mama.

floenFlorence yang liar sangat susah dipegang tapi akhirnya luluh dan jinak. Aku sempat berteman dengan dia.

me dan florenceFlorence sangat baik, sabar dan keindukan…hampir semua anak kucing yang dipungut mama dirawat oleh Olen.

Mulai dari Pika-Piku…

piku-olenChimong…chimong-olen

cuddlingJuga Ponyo yang waktu itu sempat sakit kulit..

ponyo-olenSampai anak-anak kucing itu besarpun Florence tetap sayang.

cudling1Olen selalu tampak cantik seperti kapas

Florence and sunWalau kadang bulunya yang cukup panjang tampak gimbal

lickingTapi selalu kembali terlihat cantik

Olen in memoryHarusnya aku sempat minta maaf karena sering jahil ama Florence.

ngintipTapi aku yakin Florence memaafkan aku.

Florence emang terbiasa sendirian, dia jarang bermanja-mana sama mama. Semacam penyendiri. Florence lebih suka berjemur di bekas rumah kosong di halaman belakang.

baskingKata vet teman mama Olen sudah tua. Namun kelakuannya kadang masih kayak anak kucing yang suka bermain. Olen selalu mengalah kalau ada kucing lain yang coba membully dia, selalu membiarkan yang lain makan terlebih dahulu. Gak mau makan kalo ikan kukusnya belum benar-benar dingin. Florence terlalu sabar…terlalu baik. Dia juga pemburu yang sangat pintar. Mulai dari tikus hutan, sampai kadal hijau.

Hanya sempat setahun sejak pertemuan pertama dengan Florence. Sekarang Olen pergi ke titian pelangi..sehat lagi, berlari riang diatas sana.

Florence yang cantik.. Selamat jalan..Kami semua menyayangi kamu. Gak akan pernah lupa….

in memoriam

Temtem…akhirnya pulang.

Sewaktu masih tinggal di mes mama punya beberapa kucing, Temtem salah satunya. Lahir di gudang tempat aku ditemukan. Induknya bernama Miong. Temtem punya saudara perempuan bernama Putih. Sedari kecil sudah dirawat mama..

Sayangnya Temtem dan Putih gak mau ikut pindah ke rumah mama yang sekarang, mereka selalu kembali ke mes tempat mereka dibesarkan. Kebetulan jarak antara rumah dan mes itu cuma 10 menit jalan kaki. Terlalu dekat. Plafon mess adalah tempat favorit mereka untuk bersembunyi, selain kamar mama tentunya.

temtem

Temtem kucing yang ganteng, kata mama…(mama aja sih yang bilang, kalo menurut aku ya masih gantengan aku) berbulu lembut, buntut panjang dan badannya bagus, tapi galak. Suka gigit dan nyakar tanpa sebab. Tanda-tanda cinta dikaki dan tangan mama itu sebagian besar adalah hasil karya Temtem. Semakin beranjak besar Temtem juga semakin sering berkelahi.  Kucing mana aja pasti ditantangin diajak berantem…dan dia selalu menang. Tapi kalo ada aku didekat dia, dia mengkeret gak berani dan lebih memilih menghindar hoakakaka..*pilin-pilin kumis*

Karena Temtem memutuskan gak mau tinggal dirumah baru, mama selalu mencari ke mess dan mengantar makan ke sana. Namun setelah beberapa lama, Temtem menghilang. Mama jadi kuatir kalo dia dibuang oleh penjaga mess yang baru. Hampir dua bulanan mama gak liat Temtem. Tapi suatu pagi pas berangkat kerja, mama liat seekor kucing yang mirip banget ama Temtem ada disekitar mess, tapi lari menghindar saat didekati. Mama yakin itu Temtem. Trus mama ngambil jatah ikanku dan kembali ke mess untuk memastikan. Kucing belang hitam putih buntut panjang yang kurus tinggal tulang itu emang Temtem..kelaparan sekali kayaknya..Dia langsung melahap makanan yang diberikan walaupun dengan was-was. Mama sedih karena Temtem sudah hampir tidak mengenalinya lagi. Tidak menyia-nyiakan kesempatan dan gak mau kehilangan jejak lagi, Temtem digendong pulang ke rumah. Dirumah Temtem dikurung, diberi makan minum dan ditinggal kerja lagi. Perasaan mama saat itu sangat lega dan bahagia karena Temtem ketemu.

temtem

Beberapa lama dirumah, kesehatan Temtem membaik, badannya yang kurus kembali berdaging dan kembali kekar walaupun gak seperti semula. Temtem juga mulai deh kembali ke sifat aslinya. Galak bangeeetss… Kucing-kucing dirumah semua diserang. Ngengeongan nyaring setiap waktu. Spraying dimana-mana menandai teritorialnya. Sangat mengganggu sebenarnya, tapi mama tetap sayang. Temtem rencananya akan dikebiri. Oya, Temtem sudah gak begitu suka ama dry food. Mungkin karena gigi serinya ompong ya..jadinya setiap hari mama harus menyiapkan ikan dirumah. Dulu sih buat anak rumah cuma diberi ikan atau ayam 3 hari sekali, tapi sejak ada Temtem mama harus sedia ikan setiap hari. Berkah juga sih buat anak-anak dirumah hihihi..

temtem1

Trus karena udah merasa sehat dan bertenaga lagi, Temtem mulai gak betah dirumah. Mulai kembali berkelana tapi setiap hari akan pulang minta makan. Walaupun kuatir, mama gak bisa memaksakan Temtem tinggal dirumah, jadi membiarkannya seperti itu. Selalu ada ikan kukus dikulkas buat Temtem kalo sewaktu-waktu dia datang minta makan.

Akibat terlalu sering berkelahi, bulunya yang dulu lembut dan mulus sekarang mulai penuh dengan koreng dan luka-luka baru. Luka-luka itu selalu diobati, tapi akan muncul luka-luka yang lain. Setiap malam bila terdengar kucing berkelahi disekitar rumah, bisa dipastikan salah satunya adalah Temtem. Kaki mama juga masih sering jadi sasaran kekesalan dia. Luka-luka panjang yang dalam yang bekasnya susah hilang.

Kemudian, Temtem semakin jarang pulang. Kata ompapa karena pernah Temtem kalah dalam perkelahian melawan garong pendatang baru disekitar rumah. Garong yang entah dari mana asalnya. Meski begitu, mama sering melihat dia tidur di samping rumah penjaga mes.

Hampir sebulan Temtem gak pernah datang minta makan sejak garong baru berkuasa. Mamapun kuatir,tapi dicari di mess Temtem juga jarang kelihatan. Sampai beberapa malam kemarin, waktu mama keluar rumah mau mengatarkan makanku, tiba-tiba Temtem datang dengan kondisi menyedihkan. badan kurus dan kotor. Mama sodori ikan tapi hanya diendus, gak dimakan. Temtem langsung dibawa masuk ke rumah. Di dalam, Temtem mendekati tempat minum tapi dia kesulitan untuk menjilat air itu. Itu pasti ada yang gak beres. Temtem sakit parah.

Temtem pun dispet-in air, dibantu minum..mulutnya yang kotor dibersihkan, dimasukkan ke kandang, dan diberi makanan basah. Setelah minum agak banyak, Temtem mau makan. Satu pounch makanan basah dihabiskan.

Keesokan harinya, Temtem terlihat lebih segar dan minta keluar. Dan baru kembali sore hari..

Temtem kembali drop..fisiknya semakin lemah, sudah gak mau makan, minum harus dipaksa di pipet, gak boleh keluar kandang lagi.

Temtem2

Hari minggu pagi, Temtem sudah gak mampu berdiri, hanya duduk dan meringkuk tidur. Tiba-tiba dia mengeong nyaring dan kejang..kemudian muntah-muntah. Temtem pun ambruk ke lantai, mama mengeluarkan dan membaringkannya diluar kandang. Mata Temtem terbuka, nafasnya tersengal-sengal, badannya sudah hampir kaku. Mama menangis sambil membelai Temtem…menghibur Temtem supaya bisa menahan sakitnya. Mama bilang kalo dia sangat sayang ama Temtem..Sewaktu mama cium dahi Temtem, dia merespon dengan mengaong nyaring dan badannya menegang lagi. Temtem dibelai lembut…dibisikkan kata-kata sayang.

” Kalau Temtem udah gak kuat..gak papa kok kalo mau pergi…” kata Mama sambil nangis menatap mata Temtem. Setiap paw-nya Temtem digenggam, paw Temtem akan berkedut seakan-akan masih merespon genggaman mama. Temtem gak mau diangkat kembali ke kandang, setiap mau diangkat badannya mengejang dan mengeong kesakitan.

Hampir dua jam mama menemani Temtem..Sayangnya mama gak bisa berlama-lama, karena hari itu harus berangkat praktek yang gak bisa dibatalin. Mama cuma bisa mengundur waktu kedatangannya ke klinik. Akhirnya dengan berat hati Temtem ditinggal…dengan beribu permintaan maaf dan berjuta kata sayang, belaian dan ciuman. Mata Temtem tetap terbuka gak bisa menutup lagi. Seharian mama bekerja dengan pikiran tertuju ke Temtem.

Sore hari pulang….Temtem sudah pergi…sudah tenang, gak kesakitan lagi..gak akan kejang-kejang lagi..Matanya tetap terbuka. Badannya kaku.

Temtem dikuburkan dihalaman belakang disamping makam Simba dan Guro si Kucing kecil hitam.

Temtem udah mengakhiri petualangannya dan kembali ke rumah walau untuk terakhir kalinya. Mama bersyukur Temtem mau pulang walaupun hanya untuk pamitan. Gak kebayang kalo Temtem harus kesakitan sediri diluar sana tanpa ada yang menemani. Dia pulang karena masih ingat sama mama, yang selalu menyayangi dia walau senakal apapun dia dulu. Temtem pulang karena ingin dikuburkan dengan layak dan selalu berada didekat mama.

Sekarang Temtem sudah pulang kerumah….gak akan pernah pergi-pergi lagi.

Bekas cakaranmu yang panjang-panjang tanda cintamu masih banyak loh dikaki mama Tem.. Kenang-kenangan indah darimu..

Selamat jalan Temtem..kami menyayangimu..

temtem3

Mommy, I want you to know…

Mommy, I want you to know,my journey to the bridge was fine….

Mommy I want you to know, it was time….time for me to go, but I am not far away,

look for a sign,I’ll send to you, a rainbow, a dream, a song or two.

Mommy I will never ever forget you, our love is too strong to ever die,

Mommy,please don’t cry, for I will always be near, listen for me, in the rush of the wind,a splash in the sea,

Mommy, forever “we” will always be..

Time cannot erase the bond we shared, the love you gave ,the way you cared…for me on earth…

Mommy, I can never forget you, Oh what a joyous reunion it will be,a time of delight, when we meet again,,

Mommy, I want you to know,my journey to the bridge was fine….

Mommy I want you to know, it was time….time for me to go, but I am not far away,

look for a sign,I’ll send to you, a rainbow, a dream, a song or two.

Mommy, always remember, I love you…

                                            ………………………………